Lepas 100 Tukik, Bengkulu Tengah Kirim Pesan Penting tentang Masa Depan Ekosistem Laut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Bengkulu Tengah melepas 100 tukik dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia sebagai simbol komitmen menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut.

Pemkab Bengkulu Tengah melepas 100 tukik dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia sebagai simbol komitmen menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut.

BENGKULU TENGAH – Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Kabupaten Bengkulu Tengah tidak hanya diwarnai penanaman mangrove. Pemerintah daerah juga melepas 100 ekor anak penyu atau tukik ke laut sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Pelepasan dilakukan di kawasan Balai Konservasi Penyu Alun Utara, Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Selasa (28/7/2026), dan menjadi penutup rangkaian kegiatan lingkungan yang digelar Pemkab Bengkulu Tengah.

Sebanyak 100 tukik yang dilepas diketahui baru berusia sekitar 25 hari. Pada usia tersebut, tukik mulai memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan habitat alaminya di laut.

Prosesi pelepasan dilakukan bersama Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah, BPDAS Bengkulu, PT Bio Nusantara Teknologi, PT Pelindo Bengkulu, pemerintah desa, komunitas konservasi, hingga masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, pelepasan tukik bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga laut bergantung pada kemampuan manusia melindungi habitat satwa liar.

Baca Juga :  Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh

Keberadaan penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan laut. Karena itu, kelestarian habitat pantai dan kawasan mangrove menjadi faktor utama agar populasi penyu tetap terjaga.

Bupati Rachmat menilai pelestarian lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menjaga hutan mangrove, kebersihan pantai, hingga melindungi satwa yang hidup di kawasan pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu Tengah, Faisal, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan merupakan bagian dari upaya memperkuat konservasi kawasan pesisir sekaligus mendukung program nasional pelestarian lingkungan.

Menurutnya, sinergi pemerintah, perusahaan, komunitas lingkungan, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pantai.

Selain penanaman mangrove dan pelepasan tukik, kegiatan juga diisi aksi bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap pencemaran sampah yang dapat mengancam kehidupan satwa laut.

Baca Juga :  Hari Bumi 2026: Aktivis Desak Pemerintah Hentikan PLTU Batubara, Krisis Iklim Dinilai Kian Nyata

DLH berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara rutin agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga pantai semakin meningkat.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan tingkat keberhasilan hidup mangrove sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat pesisir,” ujar Faisal.

Bengkulu Tengah memiliki garis pantai yang menyimpan potensi sumber daya alam sekaligus menjadi habitat berbagai satwa dilindungi. Karena itu, upaya konservasi dinilai harus terus diperkuat agar manfaat lingkungan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui pelepasan 100 tukik tersebut, Pemkab Bengkulu Tengah ingin mengirim pesan bahwa menjaga laut bukan hanya soal melestarikan satwa, tetapi juga menjaga sumber kehidupan masyarakat pesisir. Dengan ekosistem yang sehat, keseimbangan alam dapat tetap terpelihara dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Polres Mukomuko Siapkan Anggota Hadapi Era Baru Penegakan Hukum yang Lebih Modern
Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh
PT BIO dan PT SIL Jadi Pelopor Penghijauan Bengkulu
Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga, Kodim 0408/BS Segera Rampungkan Pembangunan 
Hari Bumi 2026: Aktivis Desak Pemerintah Hentikan PLTU Batubara, Krisis Iklim Dinilai Kian Nyata
Surat Kedua Rakyat Sumatera ke Prabowo: PLTU Batubara Disebut Kejahatan Lingkungan
Deforestasi Indonesia 2025 Melonjak, Bengkulu Masuk Peringkat 13 Didominasi Konsesi PT API
Lima Oknum Polisi Positif Sabu, Menjalani Sidang Etik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:47 WIB

Lepas 100 Tukik, Bengkulu Tengah Kirim Pesan Penting tentang Masa Depan Ekosistem Laut

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:17 WIB

Polres Mukomuko Siapkan Anggota Hadapi Era Baru Penegakan Hukum yang Lebih Modern

Senin, 25 Mei 2026 - 19:55 WIB

Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:51 WIB

PT BIO dan PT SIL Jadi Pelopor Penghijauan Bengkulu

Senin, 11 Mei 2026 - 09:43 WIB

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga, Kodim 0408/BS Segera Rampungkan Pembangunan 

Berita Terbaru