Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga, Kodim 0408/BS Segera Rampungkan Pembangunan 

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU – Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda Kodim 0408/Bengkulu Selatan membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah perbatasan Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur. Tidak hanya mempermudah akses warga, jembatan tersebut juga diyakini akan mengubah kehidupan petani, pelajar, hingga masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses transportasi.

Pembangunan jembatan yang kini hampir rampung itu menghubungkan Desa Pino Baru Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan, Desa Pelajaran Dua Kecamatan Tanjung Kemuning, hingga Desa Cahaya Batin Kecamatan Semidang Gumay Kabupaten Kaur.

Selama bertahun-tahun masyarakat di wilayah tersebut harus menghadapi sulitnya akses penyeberangan sungai, terutama saat musim hujan. Debit air yang meningkat sering membuat warga takut melintas karena kondisi yang berbahaya.

Akibatnya, aktivitas masyarakat kerap terganggu. Anak-anak sekolah terlambat belajar, petani kesulitan membawa hasil panen, hingga warga yang sakit harus menunggu kondisi sungai aman untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dandim 0408/Bengkulu Selatan, Letnan Kolonel Inf Angga Anugrah mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses yang lebih aman dan layak.

Baca Juga :  Lewat Retret Merah Putih, ASN Bengkulu Dilatih Disiplin Ibadah dan Kepedulian Sosial

“Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh dan menghadapi berbagai kendala, terutama saat musim hujan ketika debit sungai meningkat dan akses menjadi sulit bahkan berbahaya,” ujar Letkol Inf Angga Anugrah.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut nantinya akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat desa, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Para petani kini memiliki harapan baru karena distribusi hasil perkebunan dan pertanian akan lebih cepat dan efisien. Selama ini biaya angkut hasil panen cukup tinggi karena akses jalan yang sulit dilalui.

Dengan adanya jembatan baru, masyarakat diperkirakan bisa menghemat waktu perjalanan sekaligus menekan biaya transportasi hasil pertanian menuju pasar maupun pusat perdagangan.

Selain itu, anak-anak sekolah juga akan lebih aman saat berangkat belajar. Orang tua tidak lagi dihantui rasa khawatir ketika musim hujan tiba dan sungai meluap.

Baca Juga :  Surat Kedua Rakyat Sumatera ke Prabowo: PLTU Batubara Disebut Kejahatan Lingkungan

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda juga dianggap menjadi simbol pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan dan perbatasan.

Masyarakat menilai pembangunan tersebut membuktikan bahwa daerah terpencil juga membutuhkan perhatian serius agar pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup warga bisa meningkat.

Tidak hanya itu, jembatan tersebut diprediksi akan membuka peluang baru di sektor pariwisata dan investasi. Kawasan pedesaan yang memiliki pemandangan alam masih asri dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Kodim 0408/BS menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur mampu menghadirkan perubahan besar bagi masyarakat desa.

Dengan akses yang semakin mudah, warga berharap kehidupan ekonomi semakin maju, pelayanan publik lebih cepat, dan hubungan antarwilayah menjadi lebih baik.

Kini masyarakat hanya tinggal menunggu waktu hingga jembatan tersebut dapat digunakan sepenuhnya dan menjadi penghubung harapan baru bagi warga di perbatasan Bengkulu Selatan dan Kaur.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polres Mukomuko Siapkan Anggota Hadapi Era Baru Penegakan Hukum yang Lebih Modern
Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh
PT BIO dan PT SIL Jadi Pelopor Penghijauan Bengkulu
Hari Bumi 2026: Aktivis Desak Pemerintah Hentikan PLTU Batubara, Krisis Iklim Dinilai Kian Nyata
Surat Kedua Rakyat Sumatera ke Prabowo: PLTU Batubara Disebut Kejahatan Lingkungan
Deforestasi Indonesia 2025 Melonjak, Bengkulu Masuk Peringkat 13 Didominasi Konsesi PT API
Lima Oknum Polisi Positif Sabu, Menjalani Sidang Etik
Lewat Retret Merah Putih, ASN Bengkulu Dilatih Disiplin Ibadah dan Kepedulian Sosial
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:17 WIB

Polres Mukomuko Siapkan Anggota Hadapi Era Baru Penegakan Hukum yang Lebih Modern

Senin, 25 Mei 2026 - 19:55 WIB

Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:51 WIB

PT BIO dan PT SIL Jadi Pelopor Penghijauan Bengkulu

Senin, 11 Mei 2026 - 09:43 WIB

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga, Kodim 0408/BS Segera Rampungkan Pembangunan 

Kamis, 23 April 2026 - 21:06 WIB

Hari Bumi 2026: Aktivis Desak Pemerintah Hentikan PLTU Batubara, Krisis Iklim Dinilai Kian Nyata

Berita Terbaru