Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blackout massal kembali melanda Sumatera termasuk Bengkulu. Pemadaman listrik lebih dari 24 jam menyebabkan aktivitas lumpuh, kerugian triliunan rupiah hingga korban jiwa.

Blackout massal kembali melanda Sumatera termasuk Bengkulu. Pemadaman listrik lebih dari 24 jam menyebabkan aktivitas lumpuh, kerugian triliunan rupiah hingga korban jiwa.

Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh

BENGKULU – Pemadaman listrik massal atau blackout kembali melanda Pulau Sumatera dan memicu keresahan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Provinsi Bengkulu. Gangguan listrik yang terjadi sejak Jumat, 22 Mei 2026 itu tidak hanya membuat aktivitas masyarakat terganggu, tetapi juga menimbulkan kerugian besar hingga korban jiwa.

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB), blackout kali ini terjadi akibat terganggunya jaringan transmisi 275 kV di wilayah Provinsi Jambi. Dampaknya sangat luas karena pemadaman menjalar ke sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu hingga Lampung.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Jaringan komunikasi terganggu, transportasi publik terhambat, ATM tidak berfungsi, hotel dan pelaku usaha mengalami kerugian, bahkan layanan rumah sakit ikut terdampak. Banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya beraktivitas akibat listrik yang padam lebih dari 24 jam.

Baca Juga :  Natal Oikoumene 2025 di Bengkulu, Perkuat Kerukunan dan Keluarga Penuh Kasih

Ironisnya, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Pada Juni 2024 lalu, seluruh wilayah Sumatera juga pernah mengalami blackout akibat kerusakan jaringan transmisi jalur Lubuk Linggau-Lahat. Peristiwa yang terus berulang ini memunculkan kritik keras terhadap sistem kelistrikan nasional yang dinilai masih rapuh dan terlalu bergantung pada sistem terpusat berbasis energi fosil.

STuEB menilai, blackout bukan hanya persoalan lampu mati beberapa jam. Dampaknya sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Bahkan kali ini pemadaman massal disebut telah menimbulkan korban jiwa akibat penggunaan genset saat listrik padam.

Di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dua pekerja toko aksesoris handphone ditemukan meninggal dunia akibat diduga keracunan asap genset. Sementara di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dua pelajar juga meninggal dunia akibat peristiwa serupa.

Dari sisi ekonomi, kerugian yang muncul diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Dunia usaha mengalami kerugian besar karena aktivitas industri berhenti total. Mesin pendingin mati, produksi terhenti, hingga sistem pembayaran elektronik lumpuh.

Baca Juga :  ASN Kemenag Bengkulu Didorong Lincah dan Adaptif di Usia 80 Tahun

Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumatera Selatan bahkan menyebut kerugian akibat blackout di daerah tersebut mencapai Rp2 triliun. Jumlah itu belum termasuk wilayah lain yang ikut terdampak.

Koalisi STuEB menilai blackout ini menjadi bukti lemahnya sistem kelistrikan terpusat. Ketika satu jalur transmisi bermasalah, dampaknya bisa melumpuhkan satu pulau sekaligus.

Kondisi ini dinilai sangat ironis karena sejumlah daerah di Sumatera sebenarnya mengalami surplus listrik. Bengkulu bahkan disebut memiliki surplus daya hingga 120 persen. Namun, sistem distribusi yang terpusat membuat masyarakat tetap terkena dampak besar ketika terjadi gangguan transmisi.

Atas kejadian ini, STuEB mendesak pemerintah dan PT PLN segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem kelistrikan nasional. Mereka meminta pemerintah mulai membangun sistem energi yang lebih aman dan tidak bergantung pada satu jalur utama.

Koalisi tersebut juga meminta PLN bertanggung jawab atas kerugian ekonomi masyarakat akibat blackout yang terus berulang.

Berita Terkait

Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Lepas 100 Tukik, Bengkulu Tengah Kirim Pesan Penting tentang Masa Depan Ekosistem Laut
Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat
Akitvitas Tambang Batu Bara Ilegal Akibatkan Pencemaran dan Abrasi
KH ES Mubarok Ajak Warga Bengkulu Tengah Bangun Daerah dengan Iman dan Kebersamaan
Dari Jawa Barat ke Bengkulu Tengah, KH ES Mubarok Siap Sebarkan Pesan Persatuan dan Kebersamaan
Koalisi STuEB Soroti Dampak PLTU Teluk Sepang, Pendangkalan Pulau Baai Dinilai Rugikan Ekonomi Bengkulu
TNI dan Warga Bergotong Royong Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Pagaruyung
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:47 WIB

Lepas 100 Tukik, Bengkulu Tengah Kirim Pesan Penting tentang Masa Depan Ekosistem Laut

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:40 WIB

Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:01 WIB

KH ES Mubarok Ajak Warga Bengkulu Tengah Bangun Daerah dengan Iman dan Kebersamaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:17 WIB

Dari Jawa Barat ke Bengkulu Tengah, KH ES Mubarok Siap Sebarkan Pesan Persatuan dan Kebersamaan

Berita Terbaru