PT BIO dan PT SIL Jadi Pelopor Penghijauan Bengkulu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komitmen menjaga lingkungan kembali ditunjukkan PT Bio Nusantara Teknologi bersama PT Sanabi Indah Lestari melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan bantaran sungai wilayah perusahaan, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Dewan Eksekutif Wilayah Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Bengkulu tersebut mendapat apresiasi langsung dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, Ahmad Sopian, S.Hut mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah PT Bio Nusantara Teknologi yang dinilai serius menjalankan arahan Gubernur Bengkulu terkait penghijauan di kawasan bantaran sungai.

Menurut Ahmad Sopian, perusahaan tersebut dinilai cepat menindaklanjuti instruksi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang sebelumnya meminta seluruh perusahaan perkebunan tidak menanam kelapa sawit di sempadan sungai hingga radius 50 meter.

“Kami mengapresiasi PT Bio Nusantara Teknologi yang berkomitmen menindaklanjuti instruksi Gubernur Bengkulu untuk melakukan penanaman pohon di bantaran sungai wilayah perusahaan,” ujar Ahmad Sopian dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, arahan tersebut sebelumnya disampaikan langsung Gubernur Bengkulu saat launching gerakan penanaman pohon serentak yang dipusatkan di bantaran Sungai Lemau, Kabupaten Bengkulu Tengah, pada 30 Desember 2025 lalu.

Dalam arahannya kala itu, gubernur meminta seluruh perusahaan perkebunan di Bengkulu ikut menjaga kawasan aliran sungai dengan tidak menanam sawit terlalu dekat dengan bibir sungai karena dapat memicu kerusakan lingkungan dan memperbesar risiko bencana.

Namun hingga saat ini, Ahmad Sopian menilai baru dua perusahaan yang benar-benar menunjukkan komitmen nyata terhadap arahan tersebut, yakni PT Bio Nusantara Teknologi dan PT SIL.

Hal itu dibuktikan dengan aksi lanjutan penanaman pohon yang kembali dilakukan pasca gerakan penghijauan serentak pada akhir tahun 2025 lalu.

“Hari ini kita melihat kembali hanya PT Bio Nusantara Teknologi dan PT SIL yang tetap melanjutkan penanaman pohon setelah gerakan serentak Desember 2025 lalu. Ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Ia berharap langkah yang dilakukan PT Bio Nusantara Teknologi dan PT SIL dapat menjadi contoh bagi perusahaan perkebunan lainnya di Provinsi Bengkulu untuk ikut aktif menjaga lingkungan dan memulihkan kawasan hijau di sekitar sungai.

Baca Juga :  Surat Kedua Rakyat Sumatera ke Prabowo: PLTU Batubara Disebut Kejahatan Lingkungan

General Manager PT Bio Nusantara Teknologi, Rizki Lubis, mengatakan kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kegiatan penanaman pohon ini telah menjadi salah satu pionir dari manajemen kami. Yang dimana ini memang diterapkan oleh manajemen pusat harus tetap menjaga lingkungan,” kata Rizki.

Ia menjelaskan, meskipun perusahaan melakukan pembukaan lahan perkebunan, pihaknya tetap berupaya menjaga konsistensi pelestarian lingkungan guna mencegah dampak buruk seperti banjir.

“Walaupun kita melakukan pembukaan areal, tetap harus menjaga konsistensi kelestarian lingkungan. Agar dampaknya ini tidak membawa musibah, baik banjir. Seperti yang kita ketahui Bengkulu merupakan salah satu tempat yang gampang banjir dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi,” jelasnya.

Menurut Rizki, kegiatan penanaman pohon di kawasan DAS tersebut sudah dilakukan untuk ketiga kalinya oleh perusahaan sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan.

“Perusahaan PT Bio Nusantara Teknologi berkomitmen dalam pelaksanaan penjagaan kelestarian lingkungan. Contohnya ini sudah menjadi yang ketiga kali kami laksanakan untuk penanaman pohon di seputaran areal DAS,” tuturnya.

Selain itu, PT Bio Nusantara Teknologi juga telah menyiapkan sekitar 10 ribu bibit tanaman yang terdiri dari bambu dan berbagai jenis tanaman buah untuk penghijauan di sejumlah wilayah perusahaan.

“Selain itu juga kami dari PT Bionusantara Teknologi telah menyiapkan 10 ribu bibit, baik dari bambu maupun tanaman buah-buahan yang mungkin akan terus kami laksanakan dalam menjaga kelestarian lingkungan tersebut,” ujar Rizki.

Rizki menyebut, saat ini pihak perusahaan telah menanam hampir 2 ribu pohon di kawasan sekitar DAS Sei Lemau.

“Yang sudah mulai kita tanam di areal seputaran DAS ini sudah hampir 2 ribu pohon. Baik dari bambu maupun pohon buah-buahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perusahaan juga tetap menjaga sempadan sungai dengan menyisakan area sepanjang 50 meter yang tidak dibuka untuk aktivitas perkebunan demi menjaga kelestarian aliran sungai.

“Terutama di daerah aliran sungai yang memang kita tinggalkan 50 meter dari areal DAS yang tidak bisa kita buka untuk tetap menjaga kelestariannya,” jelas Rizki.

Menurutnya, program penghijauan tersebut akan terus berlanjut di sepanjang aliran Sungai Sei Lemau hingga wilayah perbatasan perusahaan.

Baca Juga :  Lima Oknum Polisi Positif Sabu, Menjalani Sidang Etik

“Kalau sepanjang aliran Sungai Sei Lemau sampai dengan ke batas Bio Dua ini akan terus menjadi target kita,” tambahnya.

Bibit pohon yang telah disiapkan nantinya juga akan didistribusikan ke sejumlah area perkebunan perusahaan lainnya seperti Estate Ketahun dan Lubuk Banyau.

“Kalau target kita yang diamanahkan dari manajemen untuk tahun 2026 ini akan kita selesaikan,” sambung Rizki.

Rizki menegaskan, perusahaan juga akan terus melakukan pembibitan ulang untuk mengganti tanaman yang mati agar penghijauan tetap berjalan optimal.

“Walaupun sudah tertanam tetap kita kontinuasi improvement, tetap melakukan pembibitan untuk menjaga mana tahu ada yang mati untuk kita sisip dan kita sulam kembali,” tegasnya.

Ia berharap program penghijauan tersebut dapat terus melibatkan unsur Forkopimda baik tingkat provinsi maupun kabupaten.

“InsyaAllah setelah ini Forkopimda baik Benteng maupun provinsi terus kita gandeng. Kita tidak berjalan sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Dewan Eksikutif Wilayah Bengkulu Masyarakat Pelestari Lingkungan Indonesia Provinsi Bengkulu, Kasrul Pardede, mengatakan kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi program perdana MAPEL Bengkulu dalam bidang restorasi lingkungan.

“Kegiatan hari ini adalah program pertama MAPEL Bengkulu. Yang mana program prioritas ini restorasi lingkungan, penghijauan,” ujar Kasrul.

Ia menjelaskan, bentuk nyata program tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman pohon di kawasan daerah aliran sungai.

“Bentuk aksi nyatanya ini menanam pohon di daerah aliran sungai,” terangnya.

Kasrul juga mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk bersama-sama mendukung penghijauan di kawasan DAS Bengkulu.

“Komitmen kita mengajak seluruh Forkopimda untuk sama-sama melakukan penanaman di area DAS, terkhusus di aliran sungai area sini,” ungkapnya.

Ke depan, MAPEL Bengkulu tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga pemantauan dan perawatan tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

“Kedepannya, kita sudah melakukan program selain menanam, kita juga memantau, merawat dan memastikan pertumbuhan tanaman yang kita tanam ini dari bulan dan tahun dapat berbuah,” jelasnya.

Kasrul turut mengapresiasi komitmen PT Bio Teknologi Nusantara dalam menjaga lingkungan dan berharap langkah tersebut menjadi contoh bagi perusahaan lain di Provinsi Bengkulu.

“Kita juga mengapresiasi PT Bionusantara, mereka sangat sadar dan tanggung jawab atas penghijauan serta lingkungan ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polres Mukomuko Siapkan Anggota Hadapi Era Baru Penegakan Hukum yang Lebih Modern
Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh
Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga, Kodim 0408/BS Segera Rampungkan Pembangunan 
Hari Bumi 2026: Aktivis Desak Pemerintah Hentikan PLTU Batubara, Krisis Iklim Dinilai Kian Nyata
Surat Kedua Rakyat Sumatera ke Prabowo: PLTU Batubara Disebut Kejahatan Lingkungan
Deforestasi Indonesia 2025 Melonjak, Bengkulu Masuk Peringkat 13 Didominasi Konsesi PT API
Lima Oknum Polisi Positif Sabu, Menjalani Sidang Etik
Lewat Retret Merah Putih, ASN Bengkulu Dilatih Disiplin Ibadah dan Kepedulian Sosial
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:17 WIB

Polres Mukomuko Siapkan Anggota Hadapi Era Baru Penegakan Hukum yang Lebih Modern

Senin, 25 Mei 2026 - 19:55 WIB

Blackout Sumatera Kembali Terjadi, Warga Bengkulu Ikut Terdampak dan Aktivitas Lumpuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:51 WIB

PT BIO dan PT SIL Jadi Pelopor Penghijauan Bengkulu

Senin, 11 Mei 2026 - 09:43 WIB

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga, Kodim 0408/BS Segera Rampungkan Pembangunan 

Kamis, 23 April 2026 - 21:06 WIB

Hari Bumi 2026: Aktivis Desak Pemerintah Hentikan PLTU Batubara, Krisis Iklim Dinilai Kian Nyata

Berita Terbaru