TEROWONGAN sepanjang 1,5 kilometer itu masuk ke perut bumi dapat dilewati mobil berukuran sedang serta motor. Kelelawar dan burung seriti tampak bersarang di atap terowongan di PLTA Musi, di Kepahiang, Provinsi Bengkulu.
Perjalanan menyusuri terowongan sepanjang 1,5 kilometer berakhir pada tiga simpang. Saat itu salah satu mesin turbin berukuran raksasa dalam tahap perawatan, hanya dua turbin yang aktif menghasilkan listrik untuk tiga provinsi di Sumatera yakni Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Ini merupakan PLTA pertama dan terbesar di Pulau Sumatera.
PLTA Musi terdapat PLTA Tes di Kabupaten Lebong berkapasitas 23,32 MW (4 x 4,4 MW) sepanjang 2026 produksi listrik yang dihasilkan mencapai 575, 896 juta kwh hingga Agustus 2026 untuk memenuhi kebutuhan Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan.
Debit Air Susut akibat Kemarau
Sejak kemarau, berlangsung memang terjadi penurunan debit air hingga 50 persen namun kondisi ini tidak mempengaruhi fungsi PLTA untuk mengaliri listrik di tiga provinsi itu. Produksi PLTA dibandingkan rata-rata semester I tahun 2026 turun hampir separuhnya akibat kemarau. Kondisi akan Kembali normal saat musim hujan kembali tiba.
PLTA Musi di Kabupaten Kepahiang dan Tes di Kabupaten Lebong, Bengkulu, menjadi penopang energi baru terbarukan (EBT) terbesar di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Susutnya air hingga 50 persen sudah diprediksi. Mengantisipasi hal itu manajemen PLTA melakukan langkah menjaga ketahanan sumber air jangka panjang melakukan konservasi di daerah tangkapan air (catchment area) melalui program penghijauan di wilayah daerah aliran sungai (DAS).
Sejumlah program konservasi daerah tangkapan air sudah dilakukan melibatkan para petani di sekitar kawasan. Setidaknya sejak 2023 sebanyak 20 ribu pohon kayu produktif telah ditanam. Peningkatan kapasitas petani dan masyarakat sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) rerus dilakukan termasuk pengelolaan sampah plastik yang banyak ditemukan di dekat bendungan PLTA.
Pembangun PLTA Musi secara fisik dimulai tahun 1972 lalu diresmikan pada tahun 2006 dengan nilai investasi Rp 1,5 triliun.
EBT Bengkulu
Di Provinsi Bengkulu penggunaan tenaga listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan hal yang tak asing secara publik. Sebagian besar pembangkit itu pembangunannya diinisiasi kementerian ESDM.
Dinas ESDM Provinsi Bengkulu mencatat ada 18 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), 14 Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBiomassa), dua PLTbiogas dan, 29 PLTS aktif beroperasi.
“Pembangkit-pembangkit ini tersebar di seluruh Bengkulu baik skala kecil dan besar. Skala kecil dimanfaatkan di kantor pemerintah, kampus, rumah ibadah, pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) semuanya aktif,” kata Rozani Andawari, Kepala Bidang (Kabid) Energi dan Ketenagalistrikan, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Provinsi Bengkulu, saat diwawancarai, Selasa (7/10/2025), dikutip dari kompas.com.
Ia menyebutkan, Bengkulu merupakan wilayah surplus listrik, dimana 56 persen listrik itu bersumber dari EBT. Provinsi Bengkulu dapat disebut wilayah merdeka dari krisis listrik, sejak tahun 2022 sebanyak 1.513 desa dan kelurahan sudah teraliri listrik.
Dari 10 wilayah se-Sumatera, Bengkulu merupakan provinsi tercepat kedua dengan 100 persen wilayah teraliri listrik setelah Provinsi Bangka Belitung.
“Untuk kebutuhan listrik bengkulu 56 persen disumbang dari sumber EBT. Bengkulu kaya akan sumber listrik dari surya, panas bumi, air, gelombang, biogas, biomassa. Dari sisi EBT potensi luar biasa melimpah,” ujarnya.
8 GW Potensi EBT Masih Terpendam
Listrik merupakan kekayaan Bengkulu yang melimpah. Selain surplus sekitar 400 MW masih ada 8 Giga Watt (GW) potensi energi listrik terutama EBT yang belum digarap. Total EBT yang sudah menjadi listrik serta dimanfaatkan di Bengkulu baru 371 MW pada tahun 2024 atau sekitar 4,6 persen.
Diharapkan Investor dapat melirik potensi tersebut. Pemprov Bengkulu kata dia, mengeluarkan kebijakan insentif dan kemudahan investasi dengan Pergub nomor 36 tahun 2021 tentang pedoman pemberian insentif dan Pergub No 12 tahyn 2025 tentang tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif pajak daerah.
“Pemerintah menyiapkan insentif pajak,” tegas dia.
Tingginya bauran EBT pada sumber listrik Bengkulu menorehkan prestasi, Bengkulu meraih juara pertama pada ajang Anugerah Dewan Energi Nasional (DEN) 2024.
Sumber Berita: Peserta didik (Serdik) Sespimen Angkatan 67 TA 2026, Sespim Lemdiklat Polri









