Medio Pimpin PSI Bengkulu “Aktivisme Bertemu Tanggung Jawab Politik”

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Penunjukan Medio Yulistio sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bengkulu oleh Ketua Umum Kaesang Pangarep menandai fase baru perjalanan PSI di Bumi kelahiran Fatmawati, sang penjahit Bendera Merah Putih ini. Keputusan tersebut bukan sekadar rotasi struktural, melainkan sinyal arah: PSI ingin lebih membumi, dekat dengan denyut sosial Bengkulu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini.

Medio bukan figur yang asing bagi ruang-ruang diskusi publik di Bengkulu. Ia tumbuh dari dunia aktivis, proses panjang yang selalu konsisten berinteraksi dengan masyarakat, menyimak langsung persoalan warga, dan memahami dinamika daerah dari pengalaman lapangan. Ketika PSI membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca konteks lokal, pilihan ini terasa masuk akal. Bengkulu membutuhkan politik yang mendengar sebelum berbicara, bekerja sebelum berjanji.

Baca Juga :  Penyegaran Fraksi Golkar DPRD Provinsi, Susman Hadi Gantikan Mahdi Husen sebagai Ketua

PSI selama ini dikenal sebagai partai anak muda dengan semangat pembaruan. Namun pembaruan tidak cukup berhenti pada slogan. Ia harus hadir dalam kerja-kerja yang konkret dan dapat dirasakan. Di titik inilah kepemimpinan Medio menjadi relevan. Aktivisme yang ia jalani memberi modal penting. Karena Aktivisme memberi kepekaan, sementara politik memberi ruang kebijakan. Ketika keduanya bertemu, peluang perubahan menjadi lebih nyata.

Tantangan PSI Bengkulu jelas tidak ringan. Kepercayaan publik harus terus dibangun, basis dukungan diperluas, dan kerja politik diarahkan pada solusi. Kepemimpinan yang memahami daerah akan lebih cepat menentukan prioritas. Bukan sekadar membaca laporan, tetapi merasakan langsung persoalan yang dihadapi warga dari akses layanan, peluang ekonomi, hingga ruang partisipasi anak muda.

Baca Juga :  Dari Presidential Threshold hingga Pendidikan Gratis, Putusan MK Ubah Arah Kebijakan Negara

Pergantian kepemimpinan dari sebelumnya juga menunjukkan kedewasaan organisasi. PSI memberi ruang bagi regenerasi dan penyesuaian arah sesuai kebutuhan. Ini penting agar partai tetap lincah dan responsif. Politik yang sehat adalah politik yang berani berbenah.

Di bawah kepemimpinan Medio, PSI Bengkulu memiliki peluang memperkuat identitas sebagai partai yang sederhana dalam bahasa, jujur dalam sikap, dan konsisten dalam kerja. Politik tidak harus rumit untuk berdampak. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk hadir dan ketekunan untuk menyelesaikan.

Bagi publik Bengkulu, kepemimpinan baru ini menghadirkan harapan. Harapan bahwa politik bisa lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih solutif. Jalan masih panjang, namun langkah awal sudah ditentukan: membumi, bekerja, dan mendengar.

Penulis : Windi Junius

Berita Terkait

Gelap Perang
PN Jakarta Barat Nyatakan Tidak Berwenang, Gugatan PAW Golkar Berakhir
PDI Perjuangan Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Pilihan Rakyat Harga Mati
Pilkada Dipilih Melalui DPRD Tidak Inskonstitusional
Dari Presidential Threshold hingga Pendidikan Gratis, Putusan MK Ubah Arah Kebijakan Negara
Penyegaran Fraksi Golkar DPRD Provinsi, Susman Hadi Gantikan Mahdi Husen sebagai Ketua
Sumardi “Legowo” Tandatangani Agedan Paripurna PAW Ketua DPRD
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:05 WIB

Gelap Perang

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:29 WIB

PN Jakarta Barat Nyatakan Tidak Berwenang, Gugatan PAW Golkar Berakhir

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:29 WIB

PDI Perjuangan Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Pilihan Rakyat Harga Mati

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:08 WIB

Pilkada Dipilih Melalui DPRD Tidak Inskonstitusional

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:21 WIB

Dari Presidential Threshold hingga Pendidikan Gratis, Putusan MK Ubah Arah Kebijakan Negara

Berita Terbaru