NARASIDEMOKRASI – Penertiban kawasan Pasar Panorama oleh Pemerintah Kota Bengkulu bukan sekadar operasi penegakan aturan. Lebih dari itu, pemerintah menekankan pendekatan humanis agar penataan tidak mematikan roda ekonomi masyarakat kecil.
Apel gabungan lintas OPD yang digelar Selasa 13 Januari 2026 menjadi simbol dimulainya langkah terukur Pemkot Bengkulu dalam menata kawasan pasar terbesar di kota ini. Ratusan ASN dan personel gabungan turun langsung ke lapangan untuk memastikan penertiban berjalan sesuai prosedur.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menyebut bahwa Pasar Panorama memiliki peran penting sebagai pusat ekonomi rakyat. Karena itu, penertiban dilakukan dengan penuh pertimbangan.
“Kami paham bahwa banyak warga menggantungkan hidup dari aktivitas di pasar ini. Maka pendekatan kami adalah persuasif, bukan represif,” kata Sahat.
Ia menjelaskan, masalah utama Pasar Panorama adalah bangunan tambahan yang tidak berizin, PKL yang menggunakan bahu jalan, parkir liar, serta penggunaan listrik ilegal. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga membahayakan keselamatan.
Menurut Sahat, pemerintah telah memberikan tenggat waktu yang cukup bagi pedagang untuk menyesuaikan diri. Bahkan, toleransi tambahan masih bisa diberikan selama ada itikad baik dari warga.
“Kami ingin ada kesadaran bersama. Kalau pasar tertata rapi, justru pedagang juga yang diuntungkan karena pembeli merasa nyaman,” ujarnya.
Dalam penertiban ini, Pemkot Bengkulu juga menggandeng PLN untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik. Langkah ini dinilai penting mengingat banyaknya sambungan tidak resmi yang rawan korsleting dan kebakaran.
Pemerintah memberi waktu satu minggu bagi warga untuk membongkar bangunan tambahan secara mandiri. Jika tidak diindahkan, pembongkaran akan dilakukan oleh Dinas PUPR bersama Satpol PP.
Langkah ini mendapat beragam respons dari pedagang. Sebagian mendukung karena berharap pasar menjadi lebih tertib, sementara lainnya masih khawatir kehilangan tempat usaha. Pemerintah memastikan akan terus membuka ruang komunikasi agar solusi terbaik bisa ditemukan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









