Banjir Lebong Ungkap Ancaman Kerusakan Lingkungan, Reboisasi Jadi Solusi Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBONG – Banjir besar yang melanda Kabupaten Lebong pada Minggu (5/4/2026) tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan kekhawatiran serius terkait kondisi lingkungan. Pemerintah daerah mulai mengarah pada satu dugaan kuat, yakni kerusakan hutan yang kian gundul sebagai pemicu utama bencana.

Bupati Lebong, H. Azhari SH, MH, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya berhenti pada tahap darurat. Pemerintah daerah, kata dia, akan menelusuri akar persoalan secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya kerusakan lingkungan yang memperparah dampak bencana.

“Kami akan segera menggelar rapat khusus untuk membahas ini. Kalau memang penyebabnya kerusakan lingkungan, maka reboisasi akan menjadi langkah utama,” ujar Azhari.

Menurutnya, banjir yang terjadi tidak bisa lagi dilihat semata sebagai fenomena alam. Ada faktor lain yang harus dikaji lebih dalam, terutama terkait kondisi tutupan hutan di wilayah hulu yang diduga semakin berkurang.

Baca Juga :  Kasus Korupsi AVR PLTA Musi Naik Penyidikan, Jejak Uang Proyek PLN Diburu Kejati

Azhari menjelaskan, berkurangnya tutupan hutan berpotensi meningkatkan laju erosi dan menurunkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Akibatnya, saat curah hujan tinggi, air langsung mengalir ke permukiman warga dan menyebabkan banjir.

“Kalau hutan rusak, air tidak terserap dengan baik. Ini yang harus kita benahi bersama,” katanya.

Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Lebong berdampak cukup luas. Beberapa desa yang terdampak antara lain Desa Lemeu, Embong, Nangai, Amen, Karang Anyar, dan Semelako. Air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga membawa material longsor yang menutup akses jalan dan merusak fasilitas umum.

Data sementara menunjukkan ribuan kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah, terutama akibat kerusakan rumah, infrastruktur, serta lahan pertanian warga.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hal ini menjadi satu hal yang patut disyukuri di tengah besarnya dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga :  Destita Khairilisani Persembahkan Penghargaan Nasional untuk Rakyat Bengkulu

“Yang paling penting tidak ada korban jiwa. Tapi kita tidak boleh mengabaikan kerusakan yang terjadi. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Azhari.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah daerah berencana melakukan program reboisasi secara menyeluruh di wilayah yang dinilai rawan. Program ini tidak hanya sebatas penanaman pohon, tetapi juga melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat.

Selain itu, evaluasi terhadap pengelolaan lingkungan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik yang berpotensi merusak ekosistem, khususnya di kawasan hulu yang menjadi daerah tangkapan air.

Azhari berharap, bencana ini dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Bencana ini harus jadi pelajaran. Kita harus mulai memperbaiki lingkungan dari sekarang, demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Berita Terkait

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat
Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM
Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal
PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi
Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan
Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Saksi Ahli dari Terdakwa, Benarkan Prosedur Audit Sebelum Lapor Polisi
Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:55 WIB

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:00 WIB

PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Bengkulu

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:30 WIB

Bengkulu

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Senin, 17 Agu 2026 - 15:23 WIB