Sebar Rp283,7 Juta ke 73 Desa, Zakat Mal PT SIL Grup Jangkau Ribuan Penerima

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU – Program zakat mal PT Sandabi Indah Lestari (SIL) Grup tahun 1447 Hijriah/2026 menunjukkan skala yang besar dan terukur. Dengan total dana Rp283,7 juta, perusahaan menjangkau 2.837 penerima di 73 desa penyangga serta tenaga kerja borongan.

Angka ini menunjukkan bahwa program zakat tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar dirancang untuk memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Manager HRDGA PT SIL Grup, Mhd Ridho Andrian, menyebutkan bahwa program ini dirancang secara sistematis, mulai dari pendataan hingga distribusi.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan terstruktur dan transparan agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Dari total penerima, sebanyak 2.177 orang merupakan masyarakat desa penyangga dengan total zakat Rp217,7 juta. Sementara itu, 660 tenaga kerja borongan menerima Rp66 juta.

Baca Juga :  Kisah 14 Jam Perjalanan Demi Cahaya: Relawan HPMPI Antar Solar Cell ke Aceh

Jika dilihat dari wilayah distribusi, zakat tersebar di berbagai unit operasional perusahaan. Kebun LBB menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, mencapai 1.031 orang dengan nilai zakat Rp103,1 juta.

Selain itu, distribusi juga mencakup Kebun PT Bio, Kebun Ketahun, Kebun Seluma, hingga PKS K3. Penyebaran ini menunjukkan bahwa program zakat menjangkau hampir seluruh wilayah operasional perusahaan.

Program ini tidak hanya berfokus pada jumlah penerima, tetapi juga pada kualitas penyaluran. Perusahaan melakukan verifikasi data untuk memastikan bahwa penerima merupakan pihak yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga :  Jembatan Perintis Garuda Segera Difungsikan, Permudah Akses Pendidikan dan Layanan Kesehatan Warga

Ridho menegaskan bahwa zakat merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun keberlanjutan sosial.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan perusahaan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” katanya.

Momentum Idulfitri menjadi waktu yang dipilih karena kebutuhan masyarakat meningkat. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Bagi masyarakat, program ini menjadi bukti nyata bahwa perusahaan hadir tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial.

Skala program yang menjangkau ribuan penerima ini juga menunjukkan bahwa peran perusahaan dalam pembangunan daerah semakin signifikan. Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat
Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM
Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal
PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi
Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan
Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Saksi Ahli dari Terdakwa, Benarkan Prosedur Audit Sebelum Lapor Polisi
Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:55 WIB

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:00 WIB

PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Bengkulu

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:30 WIB

Bengkulu

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Senin, 17 Agu 2026 - 15:23 WIB