NARASIDEMOKRASI – Transformasi digital menjadi agenda utama Bank Bengkulu pasca pelaksanaan RUPS Tahun Buku 2025. PLT Direktur Utama Bank Bengkulu, H. Iswahyudi, SE., MM, menegaskan bahwa digitalisasi layanan merupakan kebutuhan mutlak agar bank daerah mampu bersaing di era perbankan modern.
“Transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” kata Iswahyudi di Bengkulu, Rabu Januari 2026.
Menurut Iswahyudi, Bank Bengkulu akan terus mengembangkan sistem layanan yang lebih cepat, aman, dan efisien. Digitalisasi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses produk perbankan, mulai dari tabungan, kredit, hingga layanan transaksi non-tunai.
Langkah tersebut sejalan dengan kinerja positif Bank Bengkulu sepanjang tahun 2025. Total aset tercatat Rp11,190 triliun, kredit Rp7,816 triliun, serta laba bersih Rp135,146 miliar. Capaian ini menjadi modal penting untuk melakukan inovasi berkelanjutan.
Iswahyudi menjelaskan bahwa transformasi digital juga diarahkan untuk memperluas inklusi keuangan di Provinsi Bengkulu. Banyak masyarakat di daerah belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan formal.
“Kami ingin Bank Bengkulu hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk di wilayah kabupaten dan pelosok,” ujarnya.
Selain digitalisasi layanan, Bank Bengkulu juga memperkuat sistem keamanan transaksi agar nasabah merasa nyaman dan terlindungi. Menurut Iswahyudi, kepercayaan nasabah adalah aset utama yang harus dijaga.
“Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi prioritas kami dalam setiap inovasi,” katanya.
Dukungan terhadap UMKM juga menjadi bagian dari transformasi ini. Dengan sistem perbankan yang lebih modern, pelaku usaha kecil dapat mengakses pembiayaan dengan proses yang lebih mudah dan cepat.
Iswahyudi menilai UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Bengkulu yang perlu didukung melalui akses permodalan yang sehat.
“Bank Bengkulu akan terus mendorong pembiayaan sektor produktif agar ekonomi daerah tumbuh secara inklusif,” ucapnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Iswahyudi memastikan bahwa Bank Bengkulu tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi bisnis. Rasio permodalan yang kuat menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas.
Sinergi dengan pemerintah daerah juga diperkuat, terutama dalam mendukung program pembangunan serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah,” ujar Iswahyudi.
Dengan visi transformasi dan inovasi layanan, Bank Bengkulu optimistis dapat menjadi bank daerah modern yang tidak hanya kuat secara keuangan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.









