Tak Hanya Kontraktor, Pemprov Bengkulu Juga Menunggak DBH ke Daerah Rp 120 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain utang ke kontraktor, Pemprov Bengkulu juga menunggak Dana Bagi Hasil ke kabupaten senilai Rp 120 miliar. Pemprov berkomitmen melunasi seluruh kewajiban pada 2026.

Selain utang ke kontraktor, Pemprov Bengkulu juga menunggak Dana Bagi Hasil ke kabupaten senilai Rp 120 miliar. Pemprov berkomitmen melunasi seluruh kewajiban pada 2026.

NARASIDEMOKRASI – Masalah keuangan Pemerintah Provinsi Bengkulu ternyata tidak hanya berdampak pada kontraktor. Sejumlah pemerintah kabupaten di Bengkulu juga harus menelan pil pahit akibat Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum disalurkan. Total tunggakan DBH tersebut mencapai sekitar Rp 120 miliar.

Plt Kepala BKAD Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, mengakui bahwa kewajiban penyaluran DBH ke kabupaten/kota belum sepenuhnya terealisasi. Kondisi ini, kata dia, masih berkaitan erat dengan rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi.

“Selain utang ke kontraktor, DBH ke kabupaten juga masih terhutang sekitar Rp 120 miliar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan telah memastikan bahwa tunggakan DBH tersebut akan diselesaikan pada tahun 2026. Pemerintah provinsi, lanjutnya, tidak ingin hubungan fiskal antara provinsi dan kabupaten terganggu berkepanjangan.

Baca Juga :  Satgas PKH Setengah Hati, Gajah dan Harimau Mati: Negara Gagal Lindungi Bentang Seblat

“Ini juga sudah ditegaskan oleh gubernur, akan dilunasi pada tahun 2026,” ujarnya.

Ironisnya, di tengah kondisi utang tersebut, Pemprov Bengkulu sebenarnya masih memiliki piutang. Pemerintah pusat tercatat belum membayarkan Dana Bagi Hasil kepada Provinsi Bengkulu senilai sekitar Rp 60 miliar. Artinya, arus kas daerah semakin tertekan karena kewajiban harus dibayar, sementara hak dari pusat belum diterima.

Selain persoalan PAD, faktor lain yang ikut memperberat kondisi keuangan daerah adalah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Pemangkasan dan penyesuaian transfer ke daerah dinilai turut menggerus kemampuan fiskal provinsi.

Tommy menjelaskan, situasi ini berbeda dengan capaian PAD tahun sebelumnya. Pada 2024, realisasi PAD Provinsi Bengkulu bahkan melampaui target. Dari target sekitar Rp 1,05 triliun, realisasi mencapai lebih dari Rp 1,08 triliun.

Baca Juga :  Hari Bumi 2026: Aktivis Desak Pemerintah Hentikan PLTU Batubara, Krisis Iklim Dinilai Kian Nyata

Namun, kondisi 2025 justru berbalik drastis. Target PAD yang dipatok tinggi tidak sejalan dengan realisasi di lapangan. Akibatnya, kewajiban keuangan menumpuk di akhir tahun anggaran.

Bagi pemerintah kabupaten, keterlambatan DBH ini tentu berdampak pada pelaksanaan program daerah. Banyak kabupaten mengandalkan DBH untuk membiayai layanan publik dasar, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur skala kecil.

Dengan beban utang yang cukup besar, tahun 2026 akan menjadi ujian serius bagi pengelolaan keuangan Pemprov Bengkulu. Komitmen pelunasan harus dibarengi dengan strategi realistis agar masalah serupa tidak terulang.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat
Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM
Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal
PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi
Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan
Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Saksi Ahli dari Terdakwa, Benarkan Prosedur Audit Sebelum Lapor Polisi
Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:55 WIB

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:00 WIB

PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Bengkulu

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:30 WIB

Bengkulu

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Senin, 17 Agu 2026 - 15:23 WIB