Dibangun Babinsa Koranil 423-03/ Lais, Jembatan Gantung Desa Pagaruyung, Dongkrak Ekonomi Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU – Pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Pagaruyung, Kecamatan Batiknau, Kabupaten Bengkulu Utara terus dikebut. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar akses transportasi sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Pembangunan jembatan mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Koramil 423-03/Lais Kodim 0423/Bengkulu Utara, Jumat 8 Mei 2026.

Pendampingan dilakukan oleh Sertu Kariyanto bersama Serda Soleh yang turun langsung ke lokasi pembangunan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Menurut Sertu Kariyanto, pembangunan jembatan gantung ini sangat penting karena akan menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.

“Jembatan ini nantinya sangat membantu masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan maupun kegiatan sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat cukup kesulitan saat melintasi sungai, terutama ketika kondisi cuaca buruk. Karena itu, pembangunan jembatan menjadi harapan besar masyarakat setempat.

Di lokasi pembangunan, proses pekerjaan dilakukan secara gotong royong. Sebanyak sembilan tenaga tukang bersama warga sekitar bekerja sama menyelesaikan berbagai tahapan pembangunan.

Baca Juga :  PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Mulai dari langsiran material ke seberang sungai, perakitan besi tapak tiang pylon hingga pengecoran jalan tepi dilakukan secara bersama-sama.

Semangat kebersamaan antara masyarakat dan TNI terlihat begitu kuat selama proses pembangunan berlangsung. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga memberikan rasa aman dan semangat tambahan bagi warga.

Selain membantu pengawasan pembangunan, anggota TNI juga aktif memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap menjaga semangat gotong royong.

Berbagai material pembangunan pun telah tersedia di lokasi pekerjaan. Material seperti besi ulir, besi siku, semen, pasir, batu split, besi IWF hingga plat polos disiapkan guna mempercepat proses pembangunan jembatan.

Dengan tersedianya material yang cukup, pembangunan jembatan diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga segera bisa digunakan masyarakat.

Warga Desa Pagaruyung berharap keberadaan jembatan gantung nantinya benar-benar mampu membawa perubahan besar bagi desa mereka.

Sebab selama ini akses transportasi menjadi salah satu kendala utama masyarakat, terutama dalam membawa hasil pertanian dan perkebunan keluar desa.

Baca Juga :  Koalisi STuEB Soroti Dampak PLTU Teluk Sepang, Pendangkalan Pulau Baai Dinilai Rugikan Ekonomi Bengkulu

Jika jembatan sudah selesai, masyarakat optimistis distribusi hasil panen akan lebih mudah dan biaya transportasi dapat ditekan.

Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, keberadaan jembatan juga diyakini akan mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak sekolah serta mempercepat masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.

Program pembangunan infrastruktur seperti ini dinilai sangat penting untuk mendorong kemajuan desa-desa di wilayah Bengkulu Utara.

Kehadiran TNI melalui Babinsa dalam mendampingi pembangunan desa juga menjadi bukti nyata sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membangun wilayah pedesaan.

Masyarakat berharap kerja sama seperti ini terus dilakukan agar pembangunan di desa dapat berjalan lebih cepat dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari TNI, pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Pagaruyung kini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Berita Terkait

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat
Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM
Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal
PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi
Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan
Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Saksi Ahli dari Terdakwa, Benarkan Prosedur Audit Sebelum Lapor Polisi
Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:55 WIB

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:00 WIB

PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Bengkulu

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:30 WIB

Bengkulu

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Senin, 17 Agu 2026 - 15:23 WIB