TNI Hadir untuk Rakyat, Dandim RL Bangun Jembatan Harapan di Pelosok Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru Rejang Lebong mencapai 61 persen. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru masyarakat untuk membuka akses ekonomi dan transportasi desa.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru Rejang Lebong mencapai 61 persen. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru masyarakat untuk membuka akses ekonomi dan transportasi desa.

BENGKULU – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong terus menunjukkan progres positif. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan akses transportasi akibat minimnya infrastruktur penghubung yang memadai.

Jembatan yang dibangun oleh Kodim 0409/Rejang Lebong tersebut kini telah mencapai progres sekitar 61 persen. Hingga Kamis, 7 Mei 2026, proses pengerjaan masih difokuskan pada pembangunan pondasi utama yang menjadi penyangga kekuatan konstruksi jembatan.

Pembangunan infrastruktur ini mendapat perhatian besar dari masyarakat setempat. Warga bahkan ikut terlibat langsung membantu proses pengerjaan bersama personel TNI. Semangat gotong royong terlihat hampir setiap hari di lokasi pembangunan, meski medan yang dilalui cukup berat dan menantang.

Jembatan Gantung Garuda nantinya memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar 1,2 meter. Ukuran tersebut dinilai cukup untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama bagi warga yang selama ini harus memutar jauh atau menghadapi risiko saat melintasi jalur lama.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat desa yang masih membutuhkan akses penghubung yang layak.

Baca Juga :  Listrik Lumpuh Pasca Bencana, Dolar Cell Dari HPMPI Jadi Harapan Warga 2 Kabupaten di Aceh 

Menurutnya, pembangunan jembatan bukan hanya sekadar proyek fisik semata, melainkan bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Modal kami membangun jembatan ini adalah semangat kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Letkol Agung.

Ia menjelaskan, keterlibatan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dianggap mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Selama ini, masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru cukup kesulitan saat membawa hasil pertanian keluar desa. Kondisi akses yang belum memadai membuat biaya transportasi menjadi lebih mahal dan waktu tempuh lebih lama.

Bagi petani, kondisi tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Tidak sedikit hasil pertanian yang terlambat dijual karena kendala transportasi. Bahkan saat musim hujan, akses warga sering terganggu akibat kondisi jalur yang sulit dilalui.

Karena itu, pembangunan Jembatan Gantung Garuda disambut penuh harapan oleh masyarakat. Warga percaya kehadiran jembatan tersebut akan membuka akses ekonomi baru sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat.

Selain mempermudah akses pertanian, jembatan ini juga diharapkan mendukung sektor pendidikan dan kesehatan. Anak-anak sekolah nantinya dapat lebih mudah menuju sekolah tanpa harus menghadapi jalur berbahaya. Begitu juga warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan akan lebih cepat menjangkau fasilitas medis.

Baca Juga :  Pemprov Bengkulu Stop ASN Masuk dari Luar Daerah, Longgarkan Mutasi Internal

Pembangunan jembatan ini juga dianggap menjadi bukti nyata bahwa daerah pelosok masih mendapat perhatian pembangunan. Di tengah berbagai keterbatasan, kehadiran TNI melalui program pembangunan infrastruktur memberi semangat baru bagi masyarakat desa.

Warga berharap proses pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan. Mereka optimistis Jembatan Gantung Garuda akan menjadi jalur penting yang menghubungkan aktivitas ekonomi masyarakat desa ke wilayah yang lebih luas.

Tidak hanya menjadi penghubung fisik, jembatan tersebut kini mulai dipandang sebagai simbol perubahan dan harapan baru bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru. Infrastruktur yang selama ini dinantikan akhirnya mulai terwujud secara nyata.

Dengan akses yang semakin mudah, masyarakat berharap roda perekonomian desa akan bergerak lebih cepat. Distribusi hasil bumi menjadi lebih lancar, aktivitas perdagangan meningkat, dan kesejahteraan warga perlahan ikut terdongkrak.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda kini menjadi salah satu proyek yang paling dinanti masyarakat Kecamatan Sindang Beliti Ilir. Kehadirannya diyakini akan membawa dampak besar bagi kehidupan warga, terutama dalam membuka keterisolasian wilayah yang selama ini menjadi kendala utama pembangunan desa.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat
Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM
Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal
PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi
Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan
Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Saksi Ahli dari Terdakwa, Benarkan Prosedur Audit Sebelum Lapor Polisi
Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:55 WIB

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:00 WIB

PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Bengkulu

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:30 WIB

Bengkulu

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Senin, 17 Agu 2026 - 15:23 WIB