NARASIDEMOKRASI – Audiensi antara Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad di Kantor Pusat BAZNAS RI, Jumat (30/1), menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam memperkuat program sosial, khususnya program orang tua asuh yang telah berjalan di Bengkulu.
Dalam pertemuan tersebut, Helmi Hasan memaparkan bahwa program orang tua asuh menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam membantu anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan ekonomi.
“Saat ini sudah hampir 5.000 anak yang memiliki orang tua asuh. Mereka dibina langsung oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Forkopimda, dan para pejabat di OPD,” ungkap Helmi Hasan.
Program ini mewajibkan setiap pejabat daerah untuk menyisihkan sebagian penghasilannya guna membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut tidak hanya berupa uang, tetapi juga perhatian moral dan pendampingan.
Menurut Helmi, program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial pemerintah terhadap masa depan generasi muda Bengkulu. Ia menilai bahwa negara harus hadir langsung dalam memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.
“Anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Jika sejak sekarang mereka dibantu, maka Bengkulu akan memiliki generasi yang lebih kuat dan mandiri,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Helmi Hasan juga mengaitkan program orang tua asuh dengan kewajiban zakat. Ia mendorong agar para pejabat yang menjadi orang tua asuh juga menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai bentuk keteladanan.
“Kami ingin pejabat memberi contoh nyata. Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga solusi sosial,” katanya.
Helmi Hasan berharap kolaborasi ini dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Bengkulu.
“Kami ingin Bengkulu menjadi contoh bagaimana zakat dan kebijakan pemerintah bisa berjalan bersama untuk menyejahterakan rakyat,”ujarnya
Sementaraa itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad menyambut baik program tersebut. Ia menilai langkah Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai terobosan dalam mengintegrasikan kebijakan sosial dengan nilai keagamaan.
“Program orang tua asuh ini sangat sejalan dengan semangat zakat, yaitu membantu mereka yang membutuhkan dan memperkuat solidaritas sosial,” ujarnya.
Noor Achmad menegaskan bahwa BAZNAS siap mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik melalui bantuan langsung maupun program pemberdayaan.
Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Bengkulu dalam mengajak pejabat dan perusahaan untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
“Dukungan kepala daerah sangat menentukan keberhasilan Gerakan Zakat Nasional. Jika pemimpin daerah aktif, maka ASN dan dunia usaha akan ikut bergerak,” katanya.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan BAZNAS RI diharapkan dapat memperkuat basis data penerima bantuan sehingga penyaluran zakat dan bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan program ekonomi produktif bagi keluarga miskin, seperti bantuan usaha kecil dan pelatihan keterampilan
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









