NARASIDEMOKRASI – Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program serapan gabah petani pada musim panen tahun 2026. Program ini merupakan amanah pemerintah kepada Bulog untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Bengkulu, Dody Syahrial, SE, QIA, menyampaikan bahwa Bulog tidak bisa bekerja sendiri dalam menyerap gabah petani. Oleh karena itu, Bulog menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Dinas Pertanian di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Kami melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyerapan gabah berjalan optimal. Sinergi ini penting supaya petani mendapat kepastian harga dan prosesnya berjalan lancar,” ujar Dody.
Pada musim panen kali ini, Bulog Bengkulu menetapkan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai HPP pemerintah. Harga tersebut menjadi pegangan agar petani tidak dirugikan oleh permainan harga pasar.
Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lapangan juga sangat membantu dalam mengawal proses serapan gabah. Mereka ikut memantau panen, membantu komunikasi dengan petani, serta memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.
Sementara itu, PPL memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada petani tentang waktu panen yang tepat dan kualitas gabah yang memenuhi standar Bulog. Dengan demikian, gabah yang diserap memiliki mutu baik untuk diolah menjadi beras.
“Kualitas sangat penting. Karena itu kami memastikan usia panen padi sudah cukup. PPL menjadi ujung tombak dalam memberikan pemahaman kepada petani dan kelompok tani,” jelas Dody.
Untuk mempercepat proses, Bulog Bengkulu juga menyiagakan tim serap gabah di lapangan dan menjalin kemitraan dengan unit penggilingan padi. Proses administrasi dibuat sederhana agar petani tidak menunggu lama menerima pembayaran.
Langkah ini disambut baik oleh para petani karena mereka merasa lebih aman menjual hasil panennya ke Bulog dengan harga yang pasti. Selain itu, mereka tidak perlu khawatir menghadapi tengkulak yang sering menekan harga saat panen raya.
Dody berharap kondisi cuaca yang mendukung di Bengkulu akan menghasilkan panen yang melimpah. Dengan dukungan semua pihak, Bulog optimistis target serapan tahun ini dapat tercapai.
Program ini bukan hanya soal angka serapan, tetapi juga membangun kepercayaan petani kepada negara. Ketika petani merasa diperhatikan, mereka akan lebih semangat menanam dan menjaga produksi pangan nasional.
Kolaborasi Bulog dengan TNI, Polri, PPL, dan pemerintah daerah menjadi contoh nyata bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang kuat, Bengkulu diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penyangga pangan yang andal.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









