NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak ingin revitalisasi Taman Remaja berhenti sebatas mempercantik ruang hijau. Lebih dari itu, taman yang akan berganti nama menjadi Taman Merah Putih disiapkan sebagai ruang olahraga dan rekreasi keluarga di tengah kota.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan, konsep taman ke depan adalah ruang publik yang benar-benar digunakan masyarakat, bukan sekadar proyek fisik.
“Taman ini harus hidup. Orang bisa olahraga pagi, sore nongkrong, malam santai bersama keluarga,” ujar Helmi.
Salah satu fasilitas utama yang akan dibangun adalah jogging track yang menyatu dengan alam. Jalur lari ini dirancang tanpa merusak akar pohon dan kontur tanah, sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
Selain itu, taman akan dilengkapi area duduk alami, penerangan yang memadai, serta jalur pejalan kaki yang aman. Pemerintah ingin memastikan semua kalangan merasa nyaman berada di taman.
Selama beberapa tahun terakhir, warga Bengkulu kekurangan ruang publik yang representatif. Banyak taman kota yang tidak terawat atau minim fasilitas. Revitalisasi Taman Remaja menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.
Helmi menyebut, taman ini diharapkan menjadi “ruang jeda” bagi warga dari rutinitas harian. Di tengah hiruk-pikuk kota, masyarakat bisa menemukan ketenangan tanpa harus pergi jauh.
“Kita jaga pohonnya, kita jaga hijaunya. Ini paru-paru kota, jangan sampai rusak,” katanya.
Tak kalah penting, pemerintah juga menyiapkan fasilitas umum seperti toilet bersih dan musala. Kehadiran fasilitas dasar ini dinilai krusial agar masyarakat betah berlama-lama di taman.
Konsep ramah keluarga menjadi perhatian khusus. Anak-anak dapat bermain dengan aman, orang tua bisa bersantai, sementara lansia tetap nyaman beraktivitas ringan.
Taman Merah Putih juga dirancang inklusif bagi penyandang disabilitas. Jalur landai dan akses mudah akan menjadi bagian dari perencanaan.
Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap Taman Merah Putih tidak hanya ramai pada momen tertentu, tetapi menjadi bagian dari keseharian warga Bengkulu.
“Kalau taman hidup, kota juga hidup,” ucap Helmi.
Revitalisasi ini menandai perubahan pendekatan pemerintah dalam membangun ruang publik: bukan sekadar bangunan, tetapi ruang sosial yang memberi manfaat nyata.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









