Pemprov Bengkulu Stop ASN Masuk dari Luar Daerah, Longgarkan Mutasi Internal

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Bengkulu memperketat pembayaran proyek setelah pengalaman kelebihan bayar Rp 8 miliar pada proyek SPAM Kobema.

Pemprov Bengkulu memperketat pembayaran proyek setelah pengalaman kelebihan bayar Rp 8 miliar pada proyek SPAM Kobema.

NARASIDEMOKRASI  –Upaya mengejar target nasional agar belanja pegawai daerah pada 2027 berada di bawah 30 persen dari total APBD. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memberlakukan moratorium perpindahan ASN dari kabupaten dan kota ke tingkat provinsi. Selama ini, arus pindah ASN kerap meningkatkan belanja pegawai secara signifikan, sementara pertumbuhan pendapatan daerah tidak selalu sebanding.

“Solusinya moratorium. Tidak boleh lagi ada penerimaan pindah, kecuali darurat. Itupun sifatnya titipan, status kerjanya di Pemprov tapi gajinya tetap dibayar daerah asal,” jelas Helmi.,” tegas Helmi.

Bahkan untuk kondisi darurat, mekanisme yang dipakai bersifat sementara. Gaji ASN yang pindah tetap dibebankan ke daerah asal, bukan ke APBD provinsi. Skema ini dipilih agar tidak terjadi lonjakan belanja pegawai yang berujung pada tekanan fiskal.

Di sisi lain, Pemprov Bengkulu tidak menghambat mobilitas ASN ke luar daerah. Helmi menilai, perpindahan ASN ke provinsi lain atau instansi pusat adalah bagian dari dinamika birokrasi. Selama tidak membebani keuangan daerah, langkah itu justru dinilai positif.

Baca Juga :  Listrik dan Air Aman, Pemprov Bengkulu Pastikan UP OPD Jaga Pelayanan Publik

“Kalau keluar kita permudah, tapi kalau masuk memang belum bisa. Dengan moratorium ini, alhamdulillah kita sudah bisa melakukan penghematan belanja pegawai,” tegasnya.

Target jangka menengah pun sudah dipatok. Helmi ingin porsi belanja pegawai berada di bawah 30 persen pada 2027. Angka ini dinilai realistis jika kebijakan PPPK Paruh Waktu dan moratorium perpindahan ASN dijalankan konsisten. Ruang fiskal yang tercipta akan dialihkan ke sektor yang langsung dirasakan masyarakat.

Kebijakan ini ditegaskan Helmi saat melantik 4.369 PPPK Paruh Waktu di Kota Bengkulu. Di hadapan ribuan peserta, ia menekankan satu pesan utama: fiskal daerah harus dijaga dengan disiplin.

“Belanja pegawai tidak boleh menggerus ruang pembangunan. Kita harus cermat membaca tantangan ke depan,” ujarnya.

Menurut Helmi, skema PPPK Paruh Waktu dirancang agar kebutuhan tenaga kerja terpenuhi tanpa menambah beban belanja pegawai. Pembiayaannya ditempatkan pada pos belanja barang dan jasa. Dengan begitu, pemerintah daerah tetap memiliki ruang fiskal untuk sektor prioritas.

Baca Juga :  Listrik Lumpuh Pasca Bencana, Dolar Cell Dari HPMPI Jadi Harapan Warga 2 Kabupaten di Aceh 

“Kalau ini berisiko, tentu tidak kami jalankan. Tapi skemanya aman,” katanya.

Langkah ini bukan keputusan sesaat. Helmi menyebut, pengalaman banyak daerah menunjukkan belanja pegawai yang membengkak kerap menjadi penghambat pembangunan. Ketika porsi belanja rutin terlalu besar, anggaran pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur sering kali tertekan. Bengkulu memilih belajar dari situ.

Lanjut Helmi, pelantikan ribuan PPPK Paruh Waktu juga menjadi simbol perubahan pendekatan pemerintah terhadap tenaga non-ASN. Negara hadir memberi kepastian, namun tetap dengan perhitungan matang. Tidak ada euforia berlebihan, yang ada adalah tanggung jawab bersama menjaga kualitas layanan.

Helmi mengingatkan, status PPPK bukan sekadar pengakuan administratif. Ada tuntutan profesionalisme dan etos kerja yang lebih tinggi.

“Ini bukan waktu untuk bersantai. Justru ini awal pengabdian yang lebih besar,” katanya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kodim 0408 Bengkulu Selatan Raih Juara, Perlombaan Seni Korem 041/Gamas Berlangsung Meriah
Jejak Kepemimpinan Mardiyono di Bengkulu, Dari Menjaga Kamtibmas hingga Menebar Kepedulian Sosial
PHRI Bengkulu Buka Kesempatan Pemimpin Baru, Dorong Organisasi Lebih Profesional dan Solid
Gotong Royong Jadi Kekuatan Baru Bengkulu, Korem 041/Gamas dan Pemprov Satukan Langkah Bangun Daerah
Prestasi Karate Bukti Prajurit Korem 041/Gamas Unggul di Tugas dan Olahraga
Gotong Royong Warga dan TNI Bangun Jembatan Garuda, Bukti Masyarakat Bisa Bergerak Saat Negara Hadir
Kepala Sekolah Optimistis Jumlah Murid Bertambah Setelah Jembatan Garuda Permudah Akses Pendidikan
Jembatan Gantung Perintis Kualalangi Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Warga
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:07 WIB

Kodim 0408 Bengkulu Selatan Raih Juara, Perlombaan Seni Korem 041/Gamas Berlangsung Meriah

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:54 WIB

Jejak Kepemimpinan Mardiyono di Bengkulu, Dari Menjaga Kamtibmas hingga Menebar Kepedulian Sosial

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:57 WIB

PHRI Bengkulu Buka Kesempatan Pemimpin Baru, Dorong Organisasi Lebih Profesional dan Solid

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:49 WIB

Gotong Royong Jadi Kekuatan Baru Bengkulu, Korem 041/Gamas dan Pemprov Satukan Langkah Bangun Daerah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:36 WIB

Gotong Royong Warga dan TNI Bangun Jembatan Garuda, Bukti Masyarakat Bisa Bergerak Saat Negara Hadir

Berita Terbaru