Gerak Cepat Polisi Kaur: Bayi Selamat, Dua Terduga Orang Tua Dijemput untuk Pemeriksaan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Penemuan bayi perempuan di bawah Jembatan Padang Guci (Jembatan Kuale) tak hanya mengegerkan warga, tetapi juga memicu respon cepat aparat kepolisian. Dalam hitungan jam sejak laporan diterima, polisi tak hanya mengevakuasi bayi, tetapi juga menelusuri jejak pelaku yang diduga terlibat dalam pembuangan tersebut.

Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda melalui Kapolsek Tanjung Kemuning IPTU Priyanto menjelaskan, setelah bayi berhasil diselamatkan dan dirawat, fokus aparat beralih pada pengungkapan siapa pihak yang bertanggung jawab.

Kecurigaan awal mengarah pada pengendara sepeda motor yang sempat dilihat mondar-mandir di lokasi sebelum bayi ditemukan. Informasi ini menjadi pintu masuk bagi penyelidikan lanjutan. Polisi kemudian mendapatkan petunjuk penting yang mengarah ke dua orang terduga, yang diduga merupakan orang tua bayi tersebut.

Baca Juga :  Sumardi "Legowo" Tandatangani Agedan Paripurna PAW Ketua DPRD

Polisi telah menahan ibu kandung bayi, yang berinisial PA (23 tahun), serta seorang pria yang sangat diduga sebagai ayah biologis anak tersebut.

PA diketahui berasal dari Kecamatan Tanjung Kemuning, dan keduanya berhasil dilacak hingga ke wilayah tetangga, Bengkulu Selatan

“Kami saat ini menjemput dua terduga dari Rumah Sakit Manna,” ungkap IPTU Priyanto.

Usai penemuan bayi tersebut, warga kembali digegerkan dengan postingan di media sosial, adanya Sorang perempuan sedang terbaring di ruang perawatan di Rumah Sakit Manna Bengkulu Selatan tengah menjalani perawatan medis akibat pendarahan pasca melahirkan. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam proses hukum.

Baca Juga :  ASN Kemenag Bengkulu Didorong Lincah dan Adaptif di Usia 80 Tahun

Sementara itu, bayi perempuan yang menjadi pusat perhatian masih dirawat intensif. Tenaga medis memastikan bayi dalam kondisi stabil, meski membutuhkan pemantauan lanjutan. Polisi juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk langkah perlindungan jangka panjang terhadap sang bayi.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan sosial yang beririsan dengan kesehatan reproduksi, tekanan ekonomi, hingga stigma sosial. Polisi menegaskan bahwa penegakan hukum akan berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kodim 0408 Bengkulu Selatan Raih Juara, Perlombaan Seni Korem 041/Gamas Berlangsung Meriah
Jejak Kepemimpinan Mardiyono di Bengkulu, Dari Menjaga Kamtibmas hingga Menebar Kepedulian Sosial
PHRI Bengkulu Buka Kesempatan Pemimpin Baru, Dorong Organisasi Lebih Profesional dan Solid
Gotong Royong Jadi Kekuatan Baru Bengkulu, Korem 041/Gamas dan Pemprov Satukan Langkah Bangun Daerah
Prestasi Karate Bukti Prajurit Korem 041/Gamas Unggul di Tugas dan Olahraga
Gotong Royong Warga dan TNI Bangun Jembatan Garuda, Bukti Masyarakat Bisa Bergerak Saat Negara Hadir
Kepala Sekolah Optimistis Jumlah Murid Bertambah Setelah Jembatan Garuda Permudah Akses Pendidikan
Jembatan Gantung Perintis Kualalangi Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Warga
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:07 WIB

Kodim 0408 Bengkulu Selatan Raih Juara, Perlombaan Seni Korem 041/Gamas Berlangsung Meriah

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:54 WIB

Jejak Kepemimpinan Mardiyono di Bengkulu, Dari Menjaga Kamtibmas hingga Menebar Kepedulian Sosial

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:57 WIB

PHRI Bengkulu Buka Kesempatan Pemimpin Baru, Dorong Organisasi Lebih Profesional dan Solid

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:49 WIB

Gotong Royong Jadi Kekuatan Baru Bengkulu, Korem 041/Gamas dan Pemprov Satukan Langkah Bangun Daerah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:36 WIB

Gotong Royong Warga dan TNI Bangun Jembatan Garuda, Bukti Masyarakat Bisa Bergerak Saat Negara Hadir

Berita Terbaru