Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU – Provinsi Bengkulu akan terjadi kehilangan lebih dari 400 hektare hutan mangrove dalam 10 tahun ke depan. Peringatan tersebut berdasarkan berdasarkan hasil analisis spasial terhadap perubahan tutupan mangrove di wilayah pesisir Bengkulu yang dilakukan oleh Divisi Konservasi Gerakan Pecinta Alam (GPA) Gendong Adventure Bengkulu.

Dalam kajiannya, GPA Gendong Adventure mencatat Bengkulu telah kehilangan sekitar 212,5 hektare mangrove sepanjang periode 2021 hingga 2025 atau rata-rata 42,5 hektare setiap tahun. Angka itu menunjukkan laju degradasi ekosistem pesisir yang dinilai cukup mengkhawatirkan.

Sekretaris Umum GPA Gendong Adventure, Rendi Dwi Syahputra, mengatakan kerusakan mangrove bukan sekadar hilangnya kawasan hijau, tetapi juga mengancam perlindungan alami wilayah pesisir Bengkulu dari abrasi dan gelombang laut.

Baca Juga :  Dibangun Babinsa Koranil 423-03/ Lais, Jembatan Gantung Desa Pagaruyung, Dongkrak Ekonomi Warga

“Jika kita berkomitmen menjaga cagar budaya seperti Benteng Marlborough, kita tidak boleh abai terhadap kehancuran ‘benteng hijau’ yang melindungi permukiman warga langsung dari abrasi,” kata Rendi, Kamis (090/7/2026).

Dalam skema besar kerusakan, GPA Gendong Adventure membandingkan luas mangrove yang hilang setiap tahun dengan Benteng Marlborough. Dengan luas benteng sekitar 4,4 hektare, penyusutan mangrove di Bengkulu setiap tahunnya setara dengan hilangnya sekitar 10 kompleks Benteng Marlborough.

Menurut Rendi, analisis tersebut disusun menggunakan data Badan Informasi Geospasial (BIG) dan citra satelit Hansen. Data itu diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah, akademisi, maupun masyarakat dalam menyusun kebijakan dan aksi konservasi mangrove.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Perintis Kualalangi Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Warga

Apabila penyusutan terus berlangsung, lanjut Rendi, Bengkulu akan menghadapi berbagai dampak serius, mulai dari meningkatnya abrasi pantai, hilangnya pelindung alami kawasan pesisir dari gelombang Samudra Hindia, hingga rusaknya habitat pembesaran ikan yang dapat menurunkan produktivitas perikanan masyarakat.

“Melalui penggunaan data BIG dan satelit Hansen ini menjadi panduan praktis bagi pemerintah dan masyarakat untuk mulai melakukan aksi nyata pelestarian hutan mangrove demi menjaga fungsi ekosistem pesisir,” tutup Rendi.

Sebagai langkah awal, GPA Gendong Adventure telah melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Wisata Alam Pantai Panjang dan Pulau Baai. Organisasi tersebut berharap rehabilitasi mangrove dapat menjadi gerakan bersama agar kerusakan ekosistem pesisir Bengkulu tidak semakin meluas.

Berita Terkait

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM
Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal
PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi
Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan
Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Saksi Ahli dari Terdakwa, Benarkan Prosedur Audit Sebelum Lapor Polisi
Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil
Akitvitas Tambang Batu Bara Ilegal Akibatkan Pencemaran dan Abrasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:00 WIB

PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah

Berita Terbaru

Bengkulu

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:30 WIB

Bengkulu

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Senin, 17 Agu 2026 - 15:23 WIB