Pemprov Bengkulu Gandeng MAPEL Hadapi Ancaman Banjir dan Kerusakan Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Bengkulu menggandeng MAPEL untuk menghadapi ancaman banjir dan kerusakan lingkungan. MAPEL siap menjalankan penghijauan, restorasi DAS dan edukasi lingkungan masyarakat.

Pemprov Bengkulu menggandeng MAPEL untuk menghadapi ancaman banjir dan kerusakan lingkungan. MAPEL siap menjalankan penghijauan, restorasi DAS dan edukasi lingkungan masyarakat.

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut positif kehadiran Dewan Eksekutif Wilayah Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Provinsi Bengkulu sebagai mitra dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Hal itu disampaikan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni saat menghadiri pelantikan pengurus MAPEL Bengkulu pada Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Denni, Bengkulu saat ini menghadapi tantangan lingkungan yang cukup serius. Ancaman banjir dan longsor yang beberapa kali terjadi di sejumlah daerah menjadi perhatian pemerintah.

Karena itu, pemerintah menilai kolaborasi bersama organisasi masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

“Kita menyambut baik kehadiran MAPEL. Bengkulu menghadapi tantangan banjir dan longsor, sehingga kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menjaga lingkungan,” ujar Denni.

Pelantikan MAPEL Bengkulu turut dihadiri unsur Forkopimda dan sejumlah organisasi kepemudaan. Dalam susunan kepengurusan, Kasrul Pardede dipercaya sebagai Ketua MAPEL Bengkulu, Abdullah sebagai Sekretaris dan Kelvin Aldo sebagai Bendahara.

Ketua MAPEL Bengkulu, Kasrul Pardede mengatakan organisasi yang dipimpinnya akan fokus mengawal berbagai persoalan kerusakan lingkungan yang terjadi di Bengkulu.

Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain kerusakan hutan, pencemaran sungai dan aktivitas yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.

Baca Juga :  Dikawal TNI, Penggeledahan Rumah Fadillah Marik Ungkap Babak Baru Kasus Tambang

Menurut Kasrul, MAPEL tidak ingin hanya hadir sebagai organisasi biasa, tetapi menjadi gerakan sosial yang aktif mengajak masyarakat menjaga alam.

“MAPEL hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Kasrul menambahkan, pihaknya juga akan melakukan edukasi lingkungan kepada masyarakat serta penguatan pengawasan sosial terhadap persoalan ekologis di Bengkulu.

Dalam waktu dekat, MAPEL menyiapkan program penanaman 1.000 pohon di kawasan DAS Bengkulu Tengah sebagai langkah awal restorasi hutan dan pemulihan fungsi daerah resapan air.

Program tersebut dinilai penting untuk membantu mengurangi risiko banjir dan longsor yang sering terjadi saat musim hujan.

Selain itu, MAPEL juga berencana menjalankan kampanye pelestarian lingkungan dengan melibatkan generasi muda dan organisasi kepemudaan.

Kasrul berharap gerakan tersebut mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Lingkungan yang rusak akan berdampak kepada kehidupan masyarakat. Karena itu kita harus bergerak bersama menjaga alam,” katanya.

Sekretaris Umum Dewan Eksekutif MAPEL Nasional, Nanang Ardiansyah Lubis menegaskan pelantikan pengurus MAPEL Bengkulu menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan lingkungan di daerah.

Baca Juga :  TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis, Harapan Baru Masyarakat Desa Kualalangi

Ia meminta seluruh pengurus aktif melakukan edukasi dan pengawasan terhadap berbagai persoalan ekologis yang terjadi di Bengkulu.

Menurut Nanang, organisasi lingkungan harus hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap upaya pelestarian alam.

“MAPEL harus hadir sebagai gerakan masyarakat yang konsisten dalam perlindungan lingkungan hidup sekaligus menjadi penggerak kesadaran publik,” ujar Nanang.

Ia menilai Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga harus dijaga dengan baik agar tetap berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri berharap MAPEL dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pelestarian lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menghadapi persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Dengan hadirnya MAPEL Bengkulu, diharapkan gerakan pelestarian lingkungan dapat semakin kuat dan mampu mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi alam di sekitarnya.

Program penghijauan, edukasi lingkungan dan pengawasan sosial yang dijalankan MAPEL diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi ancaman bencana di Bengkulu.

Berita Terkait

Kodim 0408 Bengkulu Selatan Raih Juara, Perlombaan Seni Korem 041/Gamas Berlangsung Meriah
Jejak Kepemimpinan Mardiyono di Bengkulu, Dari Menjaga Kamtibmas hingga Menebar Kepedulian Sosial
PHRI Bengkulu Buka Kesempatan Pemimpin Baru, Dorong Organisasi Lebih Profesional dan Solid
Gotong Royong Jadi Kekuatan Baru Bengkulu, Korem 041/Gamas dan Pemprov Satukan Langkah Bangun Daerah
Prestasi Karate Bukti Prajurit Korem 041/Gamas Unggul di Tugas dan Olahraga
Gotong Royong Warga dan TNI Bangun Jembatan Garuda, Bukti Masyarakat Bisa Bergerak Saat Negara Hadir
Kepala Sekolah Optimistis Jumlah Murid Bertambah Setelah Jembatan Garuda Permudah Akses Pendidikan
Jembatan Gantung Perintis Kualalangi Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Warga
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:07 WIB

Kodim 0408 Bengkulu Selatan Raih Juara, Perlombaan Seni Korem 041/Gamas Berlangsung Meriah

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:54 WIB

Jejak Kepemimpinan Mardiyono di Bengkulu, Dari Menjaga Kamtibmas hingga Menebar Kepedulian Sosial

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:57 WIB

PHRI Bengkulu Buka Kesempatan Pemimpin Baru, Dorong Organisasi Lebih Profesional dan Solid

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:49 WIB

Gotong Royong Jadi Kekuatan Baru Bengkulu, Korem 041/Gamas dan Pemprov Satukan Langkah Bangun Daerah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:36 WIB

Gotong Royong Warga dan TNI Bangun Jembatan Garuda, Bukti Masyarakat Bisa Bergerak Saat Negara Hadir

Berita Terbaru