BENGKULUBAROMETER – Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Kualalangi, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Personel Koramil 423-01/Ketahun bersama masyarakat turun langsung membantu percepatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang diharapkan menjadi akses penting bagi warga desa.
Pembangunan jembatan tersebut mendapat pendampingan langsung dari Danramil 423-01/Ketahun, Kapten Inf Yudi Triawan, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan suasana penuh kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Kapten Inf Yudi Triawan didampingi tiga personel Koramil yakni Serma Jumenak, Sertu Surwanto, dan Sertu Leo. Mereka ikut mengawasi sekaligus membantu proses pembangunan di lapangan agar pekerjaan berjalan lancar dan sesuai target.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini dikerjakan secara gotong royong bersama kelompok tukang dan masyarakat Desa Kualalangi. Sejumlah pekerja yang terlibat di antaranya Yusuf, Alfin, Diki, Irawan, Zulfikar, Sapardi, dan Giyo serta enam warga lainnya.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga. Sebab, jembatan tersebut selama ini sangat dinantikan karena akan mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama akses menuju perkebunan dan jalur penghubung antarwilayah desa.
Kapten Inf Yudi Triawan mengatakan, keterlibatan TNI dalam pembangunan desa merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
“Koramil 423-01/Ketahun akan terus mendukung pembangunan di wilayah, khususnya yang berdampak langsung bagi kepentingan masyarakat. Kehadiran kami juga untuk memastikan pekerjaan berjalan aman, tertib, dan sesuai target,” ujar Kapten Yudi.
Menurutnya, pembangunan jembatan gantung tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Selama ini, akses warga menuju beberapa titik masih cukup sulit terutama saat musim hujan tiba.
Pada kegiatan pembangunan hari itu, pekerjaan difokuskan pada pengecoran pondasi angkur serta pelangsiran material batu gunung dan pasir menuju titik lokasi pembangunan jembatan.
Sejumlah material bangunan juga sudah mulai lengkap di lokasi proyek. Material yang tersedia antara lain tujuh mobil batu gunung, tiga mobil batu split, lima mobil pasir, kaso setengah kubik, papan cor satu kubik, besi ulir ukuran 13 sebanyak 175 batang, tali seling berbagai ukuran, mesin molen, drum air, hingga mesin alcon.
Warga berharap pembangunan jembatan gantung tersebut dapat selesai tepat waktu sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Pasalnya, akses itu nantinya akan menjadi jalur penting bagi aktivitas pertanian, perkebunan, pendidikan hingga kebutuhan kesehatan warga.
Salah satu warga yang ikut membantu pembangunan mengaku senang dengan adanya perhatian dari TNI terhadap desa mereka. Menurutnya, pembangunan jembatan menjadi impian masyarakat sejak lama karena kondisi akses sebelumnya cukup sulit dilalui.
“Kami sangat senang karena TNI ikut turun langsung membantu. Ini sangat membantu masyarakat karena jembatan ini nanti akan mempermudah akses warga,” ujarnya.
Selain membantu pembangunan fisik, kehadiran TNI juga dinilai mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk bergotong royong. Kebersamaan antara aparat dan warga terlihat selama proses pekerjaan berlangsung.
Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan memang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi warga diyakini akan semakin berkembang.
Pemerintah bersama TNI saat ini terus mendorong pembangunan desa, termasuk pembangunan jembatan perintis yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat di daerah terpencil.
Dengan adanya Jembatan Gantung Perintis Desa Kualalangi, masyarakat kini memiliki harapan baru untuk mendapatkan akses yang lebih aman, cepat, dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.









