NARASIDEMOKRASI – Penemuan bayi perempuan di bawah Jembatan Padang Guci (Jembatan Kuale) tak hanya mengegerkan warga, tetapi juga memicu respon cepat aparat kepolisian. Dalam hitungan jam sejak laporan diterima, polisi tak hanya mengevakuasi bayi, tetapi juga menelusuri jejak pelaku yang diduga terlibat dalam pembuangan tersebut.
Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda melalui Kapolsek Tanjung Kemuning IPTU Priyanto menjelaskan, setelah bayi berhasil diselamatkan dan dirawat, fokus aparat beralih pada pengungkapan siapa pihak yang bertanggung jawab.
Kecurigaan awal mengarah pada pengendara sepeda motor yang sempat dilihat mondar-mandir di lokasi sebelum bayi ditemukan. Informasi ini menjadi pintu masuk bagi penyelidikan lanjutan. Polisi kemudian mendapatkan petunjuk penting yang mengarah ke dua orang terduga, yang diduga merupakan orang tua bayi tersebut.
Polisi telah menahan ibu kandung bayi, yang berinisial PA (23 tahun), serta seorang pria yang sangat diduga sebagai ayah biologis anak tersebut.
PA diketahui berasal dari Kecamatan Tanjung Kemuning, dan keduanya berhasil dilacak hingga ke wilayah tetangga, Bengkulu Selatan
“Kami saat ini menjemput dua terduga dari Rumah Sakit Manna,” ungkap IPTU Priyanto.
Usai penemuan bayi tersebut, warga kembali digegerkan dengan postingan di media sosial, adanya Sorang perempuan sedang terbaring di ruang perawatan di Rumah Sakit Manna Bengkulu Selatan tengah menjalani perawatan medis akibat pendarahan pasca melahirkan. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam proses hukum.
Sementara itu, bayi perempuan yang menjadi pusat perhatian masih dirawat intensif. Tenaga medis memastikan bayi dalam kondisi stabil, meski membutuhkan pemantauan lanjutan. Polisi juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk langkah perlindungan jangka panjang terhadap sang bayi.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan sosial yang beririsan dengan kesehatan reproduksi, tekanan ekonomi, hingga stigma sosial. Polisi menegaskan bahwa penegakan hukum akan berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









