NARASIDEMOKRASI – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Bengkulu juga menjadi momentum refleksi bagi aparatur sipil negara (ASN) Kemenag. Tidak hanya merayakan usia, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan umat.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Saefudin, menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, ASN Kemenag dituntut untuk terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
“ASN Kemenag harus menjadi pribadi yang agile, lincah, dan sigap menghadapi perubahan,” ujarnya di sela-sela upacara.
Menurut Saefudin, ada tiga nilai utama yang harus dimiliki ASN Kemenag saat ini. Pertama, adaptif terhadap teknologi dan inovasi. Kedua, responsif terhadap kebutuhan umat. Ketiga, tetap berpegang pada integritas dan empati dalam melayani.
Ia menekankan bahwa transformasi ini sejatinya bukan hal baru. Nilai-nilai tersebut merupakan warisan luhur dari tradisi keagamaan yang perlu diaktualkan kembali sesuai konteks zaman
Upacara HAB ke-80 yang dihadiri ratusan ASN menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan keagamaan di Provinsi Bengkulu. Mulai dari layanan pendidikan, bimbingan keagamaan, hingga pengelolaan zakat dan wakaf, semuanya dituntut untuk semakin profesional.
Tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” juga menjadi pengingat bahwa tugas ASN Kemenag tidak hanya administratif. Lebih dari itu, mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial.
Saefudin menilai, keberhasilan Kemenag selama ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran. Program Kemenag Berdampak menjadi bukti bahwa Kemenag terus bergerak menuju pelayanan yang lebih baik.
Transformasi digital yang dilakukan secara masif telah menghadirkan layanan yang lebih dekat dan transparan. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan keagamaan dengan lebih mudah dan cepat.
Selain itu, pemberdayaan ekonomi umat juga terus diperkuat. Pesantren dan lembaga keagamaan didorong agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.
Menutup peringatan HAB ke-80, Saefudin menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh ASN Kemenag.
“Teruslah mengabdi. Jadilah cahaya yang menerangi dan menenangkan umat,” katanya.
Peringatan ini menjadi penanda bahwa di usia 80 tahun, Kementerian Agama tetap berkomitmen menjadi pilar kerukunan dan pelayan umat yang terpercaya









