NARASIDEMOKRASI – Keberhasilan Desa Pelajaran II meraih Juara II Lomba Satu Desa Satu Hektar Jagung bukan sekadar prestasi administratif, melainkan buah dari kerja kolektif warga desa. Sejak awal program berjalan, masyarakat terlibat aktif mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman jagung dan cabai.
Keterlibatan warga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian lomba tingkat provinsi. Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai partisipasi masyarakat sebagai kunci keberlanjutan program ketahanan pangan desa.
Berdasarkan keputusan yang ditandatangani Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, lomba ini tidak hanya menetapkan juara utama, tetapi juga juara harapan serta kategori khusus desa inovatif teknologi budidaya jagung.
Selain lomba jagung, pemerintah provinsi juga menetapkan pemenang lomba partisipasi masyarakat dalam penanaman cabai. Tiga desa terpilih yakni Desa Sri Kuncoro (Bengkulu Tengah), Desa Tabeak Blau I (Lebong), dan Desa Sukasari (Seluma).
Program satu desa satu hektar jagung dinilai berhasil mendorong desa untuk mandiri pangan. Dengan memanfaatkan lahan desa secara optimal, masyarakat tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tetapi juga memperoleh tambahan pendapatan.
Penghargaan berupa uang pembinaan dan piagam diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus agar desa terus mengembangkan sektor pertanian. Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Tahun Anggaran 2025.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









