NARASIDEMOKRASI – Musyawarah Daerah (Musda) II Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu yang digelar di Kota Bengkulu, Selasa (27/1/2026), tidak hanya menetapkan ketua baru, tetapi juga merumuskan arah program kerja lima tahun ke depan. Salah satu program strategis yang menjadi perhatian adalah rencana peluncuran Koperasi JMSI.
Dalam Musda tersebut, Dedi Hardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua JMSI Bengkulu periode 2025–2030. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan segera disusun agar program kerja dapat langsung dijalankan.
“Dalam waktu dekat kita rampungkan pengurus dan program kerja untuk lima tahun ke depan,” ujar Dedi.
Menurutnya, JMSI Bengkulu harus memiliki program konkret yang tidak hanya bersifat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi perusahaan media anggota. Karena itu, penguatan ekonomi media menjadi salah satu fokus utama.
Salah satu program prioritas adalah pembentukan Koperasi JMSI. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional JMSI pusat yang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan launching Koperasi JMSI, kemungkinan bersamaan dengan pelantikan pengurus. Ini adalah program dari pusat dan sudah bekerja sama dengan Kementerian Koperasi,” katanya.
Koperasi JMSI diharapkan menjadi wadah bersama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta memperkuat kemandirian perusahaan media. Dedi menilai, di tengah tantangan bisnis media saat ini, diperlukan inovasi agar perusahaan pers tetap bertahan dan berkembang.
Selain koperasi, JMSI Bengkulu juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“JMSI akan terus berkolaborasi, tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dengan pihak swasta dan stakeholder lainnya. Ini penting karena JMSI adalah organisasi perusahaan media,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama program, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan bagi keberlangsungan industri media lokal.
Dedi juga menyoroti tantangan era teknologi, khususnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin memengaruhi dunia jurnalistik.
“Tantangan JMSI ke depan semakin sulit di zaman teknologi AI, namun ini harus kita jadikan peluang agar lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kerja media, bukan menjadi ancaman. JMSI Bengkulu berkomitmen mendorong anggotanya untuk tetap mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional, berimbang, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua JMSI Bengkulu periode sebelumnya, Riki Susanto, memastikan dirinya tetap memberikan kontribusi bagi organisasi meski tidak lagi menjabat sebagai ketua.
“Saya hanya berhenti sebagai ketua, namun untuk lainnya kita akan saling bantu dan berjalan bersama,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh anggota JMSI Bengkulu untuk mendukung kepengurusan baru agar seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik.









