Satgas Pangan Bergerak, Harga Beras Premium Bengkulu Turun dari Rp16.800 ke Rp15.400

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Pangan Polda Bengkulu berhasil menurunkan harga beras premium dari Rp16.800 menjadi Rp15.400 per kilogram sesuai HET.

Satgas Pangan Polda Bengkulu berhasil menurunkan harga beras premium dari Rp16.800 menjadi Rp15.400 per kilogram sesuai HET.

NARASIDEMOKRASI – Ketegasan aparat akhirnya membuahkan hasil. Harga beras premium di Bengkulu yang sempat melonjak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) kini kembali normal. Dari sebelumnya mencapai Rp 16.800 per kilogram, kini turun ke angka Rp 15.400 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

Penurunan harga ini terjadi setelah tim Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu melakukan pemantauan intensif sejak akhir tahun 2025. Pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar tradisional, tetapi juga menyasar minimarket dan gerai ritel modern.

Kasubdit Indagsi Kompol Jery Antonius Nainggolan menjelaskan, kenaikan harga sebelumnya disebabkan oleh ulah sebagian pedagang yang menjual beras di atas HET. Namun, setelah dilakukan pembinaan dan pengawasan ketat, harga kembali terkendali.

Baca Juga :  Dana Rp23 Miliar Perkuat Perhutanan Sosial di Bengkulu

“Kami turun langsung ke lapangan. Setelah kami ingatkan dan awasi, pedagang akhirnya menyesuaikan harga sesuai aturan,” katanya.

Tim Satgas Pangan menemukan bahwa saat ini hampir seluruh pedagang telah mematuhi ketentuan. Beras premium dijual Rp 15.400 per kilogram, beras medium Rp 13.800 per kilogram, dan beras SPHP Rp 11.600 per kilogram.

Menurut Jery, pemantauan akan terus dilakukan secara rutin agar tidak ada lagi lonjakan harga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut stabilitas harga bahan pokok.

Baca Juga :  Destita Khairilisani Dorong Modul Sederhana agar Koperasi Desa Tidak Lagi Bingung Mengelola Usaha

“Kami tidak ingin masyarakat dirugikan. Pengawasan akan terus berjalan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak mencoba bermain harga. Jika ditemukan pelanggaran, aparat tidak segan mengambil langkah hukum sesuai aturan yang berlaku.

Aturan HET sendiri telah ditetapkan melalui Peraturan Badan Pangan Nasional RI Nomor 5 Tahun 2024. Bengkulu sebagai zona II memiliki batas harga yang jelas untuk beras medium dan premium.

Dengan turunnya harga beras ini, daya beli masyarakat diharapkan kembali terjaga. Warga pun diminta melapor jika menemukan harga beras yang masih dijual di atas HET.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kodim 0408 Bengkulu Selatan Raih Juara, Perlombaan Seni Korem 041/Gamas Berlangsung Meriah
Jejak Kepemimpinan Mardiyono di Bengkulu, Dari Menjaga Kamtibmas hingga Menebar Kepedulian Sosial
PHRI Bengkulu Buka Kesempatan Pemimpin Baru, Dorong Organisasi Lebih Profesional dan Solid
Gotong Royong Jadi Kekuatan Baru Bengkulu, Korem 041/Gamas dan Pemprov Satukan Langkah Bangun Daerah
Prestasi Karate Bukti Prajurit Korem 041/Gamas Unggul di Tugas dan Olahraga
Gotong Royong Warga dan TNI Bangun Jembatan Garuda, Bukti Masyarakat Bisa Bergerak Saat Negara Hadir
Kepala Sekolah Optimistis Jumlah Murid Bertambah Setelah Jembatan Garuda Permudah Akses Pendidikan
Jembatan Gantung Perintis Kualalangi Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Warga
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:07 WIB

Kodim 0408 Bengkulu Selatan Raih Juara, Perlombaan Seni Korem 041/Gamas Berlangsung Meriah

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:54 WIB

Jejak Kepemimpinan Mardiyono di Bengkulu, Dari Menjaga Kamtibmas hingga Menebar Kepedulian Sosial

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:57 WIB

PHRI Bengkulu Buka Kesempatan Pemimpin Baru, Dorong Organisasi Lebih Profesional dan Solid

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:49 WIB

Gotong Royong Jadi Kekuatan Baru Bengkulu, Korem 041/Gamas dan Pemprov Satukan Langkah Bangun Daerah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:36 WIB

Gotong Royong Warga dan TNI Bangun Jembatan Garuda, Bukti Masyarakat Bisa Bergerak Saat Negara Hadir

Berita Terbaru