Nongkrong Sambil Kenal Budaya, CFN Belungguk Point Jadi Kelas Terbuka Gen Z

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Di tengah tren nongkrong anak muda, Belungguk Point hadir dengan konsep berbeda. Melalui Car Free Night (CFN), kawasan ini bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang terbuka untuk mengenal budaya Bengkulu.

Setiap malam Minggu, generasi muda memenuhi area ini. Namun yang menarik, mereka tak hanya duduk dan bercengkerama. Tanpa disadari, mereka bersentuhan langsung dengan simbol-simbol budaya lokal yang ditanamkan dalam desain kawasan.

Motif batik basurek menghiasi lantai, sementara alat musik dol dimanfaatkan sebagai elemen ruang duduk. Semua itu dirancang agar budaya tidak terasa kaku, tetapi hadir alami dalam aktivitas sehari-hari.

Viola, salah satu pengunjung, mengaku awalnya datang hanya untuk nongkrong. Namun lama-kelamaan ia mulai memperhatikan detail budaya di sekitar Belungguk Point.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Perintis Kualalangi Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Warga

“Awalnya cuma duduk-duduk. Lama-lama jadi sadar, oh ini motif batik Bengkulu, ini dol. Jadi belajar tanpa merasa digurui,” ujarnya.

Konsep ini dinilai efektif untuk mendekatkan budaya kepada Gen Z. Alih-alih lewat ceramah atau acara seremonial, budaya diperkenalkan melalui ruang publik yang akrab dengan keseharian anak muda.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi sebelumnya menegaskan bahwa Belungguk Point memang dirancang sebagai ruang yang memadukan modernitas dan identitas lokal. Tujuannya agar generasi muda tetap bangga dengan budayanya di tengah arus globalisasi.

CFN menjadi momentum paling tepat untuk konsep ini. Saat jalanan bebas kendaraan, ruang publik sepenuhnya milik warga. Anak muda, keluarga, hingga wisatawan dapat menikmati suasana kota tanpa polusi dan kebisingan.

Baca Juga :  Dedy Wahyudi Minta Pj Sekda Hilangkan Ego Sektoral dan Fokus Layani Warga Bengkulu

Bagi Sofia Andesta, keberadaan unsur budaya membuat Belungguk Point berbeda dari tempat nongkrong lain.

“Rasanya lebih punya ciri khas. Kita nongkrong di Bengkulu, ya nuansanya Bengkulu,” katanya.

Pengamat budaya lokal menilai pendekatan ini penting untuk menjaga kesinambungan budaya daerah. Generasi muda tidak dipaksa mencintai budaya, tetapi diajak hidup berdampingan dengannya.

Dengan CFN, Belungguk Point kini berfungsi layaknya “kelas terbuka” budaya Bengkulu. Tanpa papan tulis, tanpa dosen, tetapi penuh pengalaman.

Berita Terkait

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat
Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM
Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal
PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi
Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan
Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Saksi Ahli dari Terdakwa, Benarkan Prosedur Audit Sebelum Lapor Polisi
Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:55 WIB

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:00 WIB

PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Bengkulu

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:30 WIB

Bengkulu

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Senin, 17 Agu 2026 - 15:23 WIB