Motor Mogok Massal Saat Banjir Rendam Rawa Makmur, Warga Turun Tangan Bantu Pengendara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di Rawa Makmur Bengkulu menyebabkan banyak sepeda motor mogok. Warga turun tangan membantu pengendara di Jalan Kalimantan

Banjir di Rawa Makmur Bengkulu menyebabkan banyak sepeda motor mogok. Warga turun tangan membantu pengendara di Jalan Kalimantan

NARASIDEMOKRASI – Banjir kembali melanda Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, setelah hujan deras mengguyur sejak Kamis malam hingga Jumat malam, 2 Januari. Genangan air merendam Jalan Kalimantan, salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah utara Bengkulu.

Sejak pukul 16.00 WIB, air mulai naik dengan cepat. Dalam waktu singkat, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Akibatnya, puluhan sepeda motor mengalami mati mesin atau mogok saat melintas di jalur tersebut.

Pemandangan pengendara mendorong motor menjadi hal yang biasa sore itu. Beberapa bahkan terpaksa meninggalkan kendaraannya sementara karena kelelahan. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan.

Di tengah situasi sulit itu, warga sekitar menunjukkan kepedulian. Mereka bergotong royong membantu pengendara yang motornya mogok. Ada yang mendorong ke tepi jalan, ada pula yang membantu menyalakan kembali mesin motor setelah air surut sedikit.

Baca Juga :  Penimbunan Limbah PLTU di Dekat Sekolah dan Puskesmas Picu Kekhawatiran Warga Timur Indah

Nando, salah seorang warga Rawa Makmur, mengatakan bahwa sejak sore hari dirinya sudah membantu banyak pengendara.

“Banyak yang mogok sejak jam empat. Airnya cepat naik, orang-orang panik,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa motor hampir seluruh bagian mesinnya terendam air.

“Airnya hampir sampai knalpot. Kalau sudah begitu, biasanya susah hidup lagi,” katanya.

Hujan yang masih turun hingga malam hari membuat genangan tak kunjung surut. Kondisi ini membuat warga dan pengendara harus ekstra sabar. Sebagian pengendara memilih menunggu hujan reda sebelum melanjutkan perjalanan.

Banjir di Rawa Makmur bukanlah kejadian baru. Setiap musim hujan, kawasan ini hampir selalu tergenang. Warga menilai persoalan utama terletak pada drainase yang sempit dan tidak terawat.

Baca Juga :  Kepemimpinan Baru JMSI Bengkulu, Siapkan Program Lima Tahun, Koperasi Media Jadi Prioritas

“Saluran air banyak yang dangkal dan tertutup sampah. Kalau hujan deras, air tidak cepat mengalir,” kata Nando.

Selain mengganggu lalu lintas, banjir juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Warung-warung di sekitar jalan terpaksa tutup lebih awal. Beberapa rumah warga yang berada di dataran rendah juga ikut kemasukan air.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan dengan solusi jangka panjang. Mereka menginginkan perbaikan drainase secara menyeluruh agar banjir tidak terus berulang.

“Kalau cuma dibersihkan sebentar, nanti banjir lagi. Kami ingin solusi yang benar-benar tuntas,” ujar Nando.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Surat Kedua Rakyat Sumatera ke Prabowo: PLTU Batubara Disebut Kejahatan Lingkungan
Bertahan Sejak 2015, Konservasi Penyu Warga Bengkulu Terancam Abrasi
Banjir Lebong Ungkap Ancaman Kerusakan Lingkungan, Reboisasi Jadi Solusi Utama
Deforestasi Indonesia 2025 Melonjak, Bengkulu Masuk Peringkat 13 Didominasi Konsesi PT API
Sebar Rp283,7 Juta ke 73 Desa, Zakat Mal PT SIL Grup Jangkau Ribuan Penerima
OJK: Bank Bengkulu Tetap Jadi Pilar Utama Sistem Keuangan Daerah
Pleidooi Kasus PTM dan Mega Mall Bengkulu: Penasihat Hukum Tegaskan Unsur Korupsi Tidak Terbukti
Dana Rp23 Miliar Perkuat Perhutanan Sosial di Bengkulu
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:06 WIB

Surat Kedua Rakyat Sumatera ke Prabowo: PLTU Batubara Disebut Kejahatan Lingkungan

Sabtu, 11 April 2026 - 15:59 WIB

Bertahan Sejak 2015, Konservasi Penyu Warga Bengkulu Terancam Abrasi

Selasa, 7 April 2026 - 19:52 WIB

Banjir Lebong Ungkap Ancaman Kerusakan Lingkungan, Reboisasi Jadi Solusi Utama

Rabu, 1 April 2026 - 15:19 WIB

Deforestasi Indonesia 2025 Melonjak, Bengkulu Masuk Peringkat 13 Didominasi Konsesi PT API

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04 WIB

Sebar Rp283,7 Juta ke 73 Desa, Zakat Mal PT SIL Grup Jangkau Ribuan Penerima

Berita Terbaru