Bengkulu Utara – Pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Pagaruyung, Kecamatan Batiknau, Kabupaten Bengkulu Utara terus dipercepat. Dalam proses pengerjaannya, Babinsa Koramil 423-03/Lais Kodim 0423/Bengkulu Utara turun langsung melakukan pendampingan dan pengawasan di lapangan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (18/05/2026) dengan melibatkan Babinsa Koramil 423-03/Lais, Sertu Kariyanto bersama Serda Soleh.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan sesuai target yang telah direncanakan. Kehadiran aparat TNI juga menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa.
Sertu Kariyanto mengatakan pembangunan jembatan gantung tersebut sangat penting bagi masyarakat Desa Pagaruyung. Jembatan nantinya akan menjadi akses utama yang membantu aktivitas warga sehari-hari.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan memperlancar akses ekonomi dan sosial masyarakat. Warga akan lebih mudah menuju kebun, sawah, sekolah, hingga pusat aktivitas lainnya.
“Babinsa akan terus mendampingi dan membantu pengawasan pembangunan agar proses pengerjaan berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Sertu Kariyanto.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur desa seperti jembatan gantung memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas masyarakat akan menjadi lebih cepat dan aman.
Dalam proses pembangunan tersebut, masyarakat sekitar juga ikut terlibat secara langsung. Sebanyak sembilan orang tukang bersama warga Desa Pagaruyung bekerja secara gotong royong membantu pengerjaan jembatan.
Kegiatan hari ini difokuskan pada langsiran material bangunan ke seberang sungai sebagai persiapan untuk tahapan pembangunan selanjutnya.
Material yang tersedia di lokasi cukup lengkap. Di antaranya besi ulir, semen, batu split, pasir, besi IWF, besi siku, plat polos, angkur pilon, papan kayu, serta perlengkapan penunjang lainnya.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga. Mereka merasa pembangunan berjalan lebih terarah dengan adanya pendampingan dari aparat TNI.
Selain melakukan pengawasan, Babinsa juga ikut membantu dan memberikan motivasi kepada masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.
Pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi salah satu bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa. Semangat kebersamaan terlihat jelas di lokasi pembangunan.
Masyarakat berharap jembatan tersebut nantinya dapat mempercepat akses transportasi desa sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar.
Keberadaan jembatan juga diyakini akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anak-anak sekolah, petani, hingga warga yang membutuhkan akses cepat akan lebih terbantu dengan adanya sarana tersebut.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari tugas aparat kewilayahan dalam membantu pembangunan di daerah binaan. TNI AD melalui Babinsa terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk membantu berbagai kebutuhan warga.
Pembangunan jembatan gantung perintis Desa Pagaruyung juga menjadi bentuk perhatian terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Dengan dukungan masyarakat dan pendampingan dari TNI, proses pembangunan diharapkan berjalan lancar hingga selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
Masyarakat Desa Pagaruyung kini menaruh harapan besar terhadap pembangunan jembatan tersebut. Mereka optimistis keberadaan jembatan nantinya akan membawa perubahan positif bagi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga secara bertahap.









