BENGKULU – Kehadiran Jembatan Garuda di Rejang Lebong memberikan harapan baru bagi dunia pendidikan. Akses yang sebelumnya sulit dan berbahaya kini berubah menjadi jalur yang aman dan mudah dilalui.
Kepala SD Negeri 111 Rejang Lebong, Khairul, menilai pembangunan jembatan tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah peserta didik di sekolahnya.
Menurut Khairul, selama ini akses menuju sekolah menjadi salah satu alasan sebagian orang tua memilih menyekolahkan anak mereka di tempat lain.
Saat musim hujan, kondisi sungai yang meluap sering membuat perjalanan menuju sekolah menjadi berisiko. Tidak sedikit siswa yang terlambat bahkan tidak masuk sekolah karena sulit menyeberang.
“Dengan adanya Jembatan Garuda, saya optimistis jumlah siswa akan bertambah karena akses menuju sekolah sekarang jauh lebih baik,” kata Khairul.
Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Rimbo Recap dan Dwi Tunggal itu dibangun melalui kerja sama antara masyarakat dan TNI Kodim 0409/Rejang Lebong.
Manfaatnya langsung dirasakan oleh siswa, guru, dan para orang tua yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Azril, salah satu siswa SDN 111, mengaku kini perjalanan menuju sekolah menjadi lebih singkat dan aman. Ia tidak lagi khawatir saat musim hujan tiba.
Kehadiran jembatan tersebut juga memberikan kepastian bagi para orang tua karena anak-anak mereka tidak perlu lagi menyeberangi sungai yang berbahaya.
Bagi dunia pendidikan, akses yang baik merupakan faktor penting dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah. Semakin mudah akses menuju sekolah, semakin besar pula peluang anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Pembangunan Jembatan Garuda menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Masyarakat berharap manfaat jembatan ini dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk pendidikan, ekonomi, maupun aktivitas sosial warga.
Dengan akses yang semakin terbuka, masa depan generasi muda di wilayah tersebut diharapkan menjadi lebih cerah.









