NARASIDEMOKRASI — Ancaman perubahan iklim dan bencana alam kini semakin nyata dirasakan hingga ke pelosok desa. Banjir, longsor, dan krisis air bersih menjadi persoalan yang terus berulang. Dalam konteks inilah, program Green Village (Desa Hijau) dinilai sebagai jawaban strategis untuk melindungi desa dari dampak kerusakan lingkungan.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan hal tersebut saat menghadiri peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah. Dalam forum yang dihadiri puluhan ribu kepala desa itu, Sultan mengajak seluruh pemerintah desa mengubah cara pandang terhadap pembangunan.
“Pembangunan desa tidak boleh merusak lingkungan. Justru harus memperkuat daya dukung alam agar desa mampu bertahan dari bencana,” kata Sultan.
Menurutnya, desa memiliki posisi kunci dalam menjaga keseimbangan ekologi nasional. Sebagian besar hutan, lahan pertanian, sumber air, dan wilayah pesisir berada di desa. Jika pengelolaannya salah, maka dampaknya akan dirasakan secara nasional.
Sultan menekankan pentingnya paradigma pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Paradigma ini menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi dan sosial.
Konsep Green Village mendorong desa untuk menjaga tutupan hutan, melindungi sumber mata air, mengelola sampah dengan baik, serta memanfaatkan energi ramah lingkungan. Selain itu, desa juga didorong untuk memiliki perencanaan tata ruang yang memperhitungkan risiko bencana.
“Desa harus siap menghadapi perubahan iklim. Bukan dengan ketakutan, tapi dengan perencanaan yang cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sultan menyampaikan bahwa DPD RI akan mengawal kebijakan dan program pemerintah agar berpihak pada desa-desa yang menjaga lingkungan. Ia menilai, selama ini banyak desa yang konsisten melindungi alam, tetapi belum mendapatkan dukungan maksimal dari negara.
“Kita harus memberikan penghargaan kepada desa yang menjaga hutan, laut, dan ekosistem. Mereka adalah penjaga masa depan Indonesia,” tegasnya.
Kolaborasi antara DPD RI dan Kementerian Desa dalam program Green Village juga menjadi bagian dari strategi nasional menghadapi krisis iklim. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan desa, baik dari sisi lingkungan, pangan, maupun sosial.
Dengan menjadikan desa sebagai pusat ketahanan ekologi, pemerintah berharap dampak perubahan iklim dapat ditekan sejak dari akar permasalahan. Desa tidak lagi menjadi korban, tetapi justru menjadi solusi.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









