NARASIDEMOKRASI – Lingkungan Kejaksaan Tinggi Bengkulu kembali mengalami penyegaran organisasi. Sejumlah pejabat eselon III resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Kejati Bengkulu Victor Antonius Saragih Sidabutar, Senin 12 Januari 2026. Pelantikan ini merupakan bagian dari kebijakan Kejaksaan RI dalam meningkatkan efektivitas dan kinerja institusi di daerah.
Dalam sambutannya, Victor Antonius menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar seperti kejaksaan. Menurutnya, penyegaran ini penting untuk menjaga dinamika kerja serta mendorong lahirnya inovasi di setiap bidang.
“Mutasi jabatan adalah kebutuhan organisasi. Harapannya, pejabat baru membawa semangat baru dan mampu menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin berkembang,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat kini semakin kritis terhadap kinerja aparat penegak hukum. Oleh karena itu, pejabat kejaksaan dituntut untuk bekerja cepat, tepat, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Pelantikan kali ini mencakup posisi penting yang berkaitan langsung dengan fungsi pengawasan, perdata, dan tata usaha negara, hingga pimpinan kejaksaan negeri. Asisten Pengawasan kini dijabat Sumantri, menggantikan Andri Kurniawan. Posisi ini dinilai krusial karena menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap proses penanganan perkara berjalan sesuai aturan.
Sementara itu, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara tetap dipercayakan kepada Zulfahmi. Kajati berharap, bidang ini semakin aktif memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah, terutama dalam upaya pencegahan masalah hukum.
Di tingkat daerah, pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Seluma dan Kepahiang menjadi sorotan. Janu Arsianto kini memimpin Kejari Seluma, sementara Bagus Nur Jakfar Adi Saputro memegang kendali Kejari Kepahiang. Keduanya diharapkan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya.
Victor Antonius menekankan pentingnya nilai Tri Krama Adhyaksa sebagai pedoman utama. Nilai ini, menurutnya, harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan keputusan setiap jaksa dan pejabat struktural.
“Integritas bukan hanya slogan. Ia harus diwujudkan dalam kerja nyata, mulai dari pelayanan kepada masyarakat hingga penanganan perkara,” katanya.
Pelantikan berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh jajaran pejabat Kejati Bengkulu. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijaga, bukan sekadar posisi struktural semata.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









