Belajar dari Kasus SPAM Kobema, Pemprov Bengkulu Kini Ketat Bayar Proyek

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Bengkulu memperketat pembayaran proyek setelah pengalaman kelebihan bayar Rp 8 miliar pada proyek SPAM Kobema.

Pemprov Bengkulu memperketat pembayaran proyek setelah pengalaman kelebihan bayar Rp 8 miliar pada proyek SPAM Kobema.

NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil langkah lebih hati-hati dalam membayar proyek-proyek pembangunan. Kebijakan ini diambil setelah adanya pengalaman kelebihan bayar dalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kobema yang nilainya mencapai sekitar Rp 8 miliar.

Gubernur Bengkulu menjelaskan bahwa kejadian tersebut menjadi pelajaran besar bagi pemerintah daerah. Saat itu, proyek dinyatakan selesai dan pembayaran dilakukan. Namun setelah diperiksa, ditemukan adanya kelebihan pembayaran yang harus dikembalikan oleh pihak pelaksana.

Masalah muncul ketika pengembalian dana tidak berjalan mudah. Prosesnya panjang dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Dari pengalaman inilah, Pemprov Bengkulu kini tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.

Baca Juga :  Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Gubernur menegaskan bahwa setiap pembayaran proyek wajib menunggu hasil pemeriksaan dari BPK dan BPKP. Audit ini menjadi dasar utama untuk menentukan berapa persen pekerjaan yang benar-benar telah diselesaikan.

 

“Kalau audit menyatakan 100 persen, kita bayar 100 persen. Tapi kalau kata BPK kurang 10 persen, ya dibayar 90 persen,” katanya.

Langkah ini disebut bukan untuk mempersulit kontraktor, melainkan sebagai upaya menjaga keuangan daerah. Pemerintah harus memastikan setiap rupiah uang negara dibelanjakan sesuai aturan dan hasil pekerjaan di lapangan.

Baca Juga :  Satgas Pangan Bergerak, Harga Beras Premium Bengkulu Turun dari Rp16.800 ke Rp15.400

Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah menunggak utang. Menurutnya, tidak ada proyek yang sengaja tidak dibayar. Semua tetap dibayarkan, hanya saja waktunya menyesuaikan dengan hasil pemeriksaan.

Dengan sistem ini, pemerintah berharap proyek berjalan lebih tertib. Kontraktor juga didorong untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai spesifikasi agar proses audit berjalan lancar dan pembayaran tidak tertunda.

“Yang pasti semua Program pasti dibayar,” tegasnya

Ke depan, Pemprov Bengkulu berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan proyek sejak awal agar tidak ada lagi perbedaan hasil di akhir pekerjaan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat
Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM
Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal
PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi
Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan
Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo Digital, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Nasabah
Saksi Ahli dari Terdakwa, Benarkan Prosedur Audit Sebelum Lapor Polisi
Bengkulu Terancam Kehilangan 400 Hektare Mangrove, GPA Gendong Adventure Minta Aksi Cepat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:55 WIB

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:00 WIB

PN Mukomuko Akhirnya Terima Pembayaran Petani dalam Bentuk Hasil Bumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Rumah Tiga Petani Tanjung Sakti Terancam Disita, Aliansi Bela Petani Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Bengkulu

Alur Pulau Baai Kini Dilalui Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:30 WIB

Bengkulu

Gajah Sumatera di Bentang Seblat di Ujung Kepunahan Lokal

Senin, 17 Agu 2026 - 15:23 WIB