NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi menguji coba kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara mulai Januari 2026. Kebijakan ini bukan sekadar perubahan lokasi kerja, tetapi juga menjadi ujian serius bagi disiplin dan kinerja ASN.
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan, meskipun ASN tidak selalu berada di kantor, beban kerja dan target tetap sama. Tidak ada toleransi bagi penurunan kinerja hanya karena ASN bekerja dari luar kantor.
“Yang berubah hanya tempat bekerja, bukan beban kerja. Target tetap harus tercapai,” tegas Herwan.
Kebijakan WFA ini merupakan usulan langsung Gubernur Bengkulu dan telah disepakati seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Seluruh OPD diminta menyiapkan mekanisme pengawasan dan evaluasi kinerja yang ketat selama masa uji coba.
Herwan menyebutkan, ASN yang masuk dalam skema WFA adalah mereka yang pekerjaannya bersifat administratif dan dapat dilakukan secara daring. Sementara pekerjaan teknis dan pelayanan langsung dikecualikan.
Pemprov Bengkulu menetapkan pola kerja tiga hari masuk kantor dan dua hari bekerja dari mana saja. Namun ASN tetap diwajibkan siap dipanggil sewaktu-waktu jika dibutuhkan.
“Kalau pemerintah membutuhkan, ASN harus siap datang ke kantor,” ujar Herwan.
Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi momentum perubahan budaya kerja birokrasi. ASN dituntut lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja, bukan sekadar kehadiran fisik.
Herwan mengakui, tantangan terbesar WFA adalah pengawasan. Karena itu, Pemprov mendorong pemanfaatan teknologi dan sistem pelaporan berbasis kinerja.
“WFA ini bukan berarti santai. Justru tanggung jawabnya lebih besar karena kinerja mudah diukur,” katanya.
Masa uji coba WFA akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemprov Bengkulu. Jika ASN mampu menjaga bahkan meningkatkan produktivitas, kebijakan ini berpeluang dilanjutkan. Namun jika sebaliknya, Pemprov tak segan kembali ke pola kerja lama.
Kebijakan ini juga menjadi sinyal bahwa birokrasi Bengkulu mulai bergerak ke arah sistem kerja yang lebih modern, fleksibel, namun tetap berorientasi hasil.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









